BAB I
PENDAHULUAN
A.
Latar
Belakang
Al-Qur;an merupakan salah satu kitab
yang menjadi sumber atau landasan utama bagi umat muslim. Hal itu dikarenakan
ayat tersebut diturunkan langsung oleh sang pencipta yaitu Allah SWT. Agama
Islam sendiri merupakan salah satu agama yang menjadikan pendidikan salah satu
kepentingan utama yang harus dilakukan. Melalui pendidikan setiap umat muslim
akan mudah menentukan hal yang baik dan yang buruk baik itu yang dilarang dan
dibolehkan.
Dikehidupan sehari-hari diketahui
bahwa fungsi pendidikan sangat besar dan bermanfaat bagi setiap manusia. Hal
itu dapat diketahui dari perkembangan kehidupan manusia yang selalu menciptakan
inovasi-inovasi baru baik dibidang pengetahuan dan teknologi. Untuk mengetahui
lebih dalam mengenai fungsi pendidikan terutama pendidikan Islam dalam
Al-Qur’an seperti apa?. Oleh karena itu tulisan ini akan membahas secara
mendalam pendidikan Islam.
B. Rumusan Masalah
1.
Apa saja ayat-ayat Al-Qur’an yang membahas tentang fungsi
pendidikan Islam?
2.
Apa
makna dari ayat-ayat Al-Qur’an yang membahas tentang fungsi pendidikan Islam?
C.
Tujuan
1.
Mengetahui ayat-ayat Al-Qur’an yang membahas tentang fungsi
pendidikan Islam.
2.
Mengetahui makna dari ayat-ayat Al-Qur’an yang membahas tentang
fungsi pendidikan Islam.
BAB II
PEMBAHASAN
A. Ayat-Ayat Al-Qur’an Yang Membahas Tentang Fungsi Pendidikan
Islam
1. Al-Qur’an Surah Hud ayat 61
4n<Î)ur yqßJrO öNèd%s{r& $[sÎ=»|¹ 4 tA$s% ÉQöqs)»t (#rßç6ôã$# ©!$# $tB /ä3s9 ô`ÏiB >m»s9Î) ¼çnçöxî ( uqèd Nä.r't±Rr& z`ÏiB ÇÚöF{$# óOä.tyJ÷ètGó$#ur $pkÏù çnrãÏÿøótFó$$sù ¢OèO (#þqç/qè? Ïmøs9Î) 4 ¨bÎ) În1u Ò=Ìs% Ò=ÅgC ÇÏÊÈ
Artinya: “Dan kepada kaum
Samud (Kami utus) saudara mereka, Saleh. Dia berkata, “Wahai kaumku! Sembahlah
Allah, tidak ada Tuhan bagimu selain Dia. Dia telah menciptakanmu dari Bumi (tanah) dan menjadikanmu pemakmurnya,
karena itu memohonlah ampun kepada-Nya, kemudian bertobatlah kepada-Nya.
Sesungguhnya Tuhanku sangat dekat (rahmat-Nya) dan memperkenankan (doa
hamba-Nya).
Tafsir Al-Mukhtashar /
Markaz Tafsir Riyadh, di bawah pengawasan Syaikh Dr. Shalih bin Abdullah bin
Humaid (Imam Masjidil Haram). Dan Kami telah mengutus kepada kaum Tsamud
saudara mereka, Shalih. Dia memerintahkan mereka untuk menyembah Allah semata,
karena hanya Dia yang berhak disembah. Dan bentuk kesempurnaan ketuhanan-Nya
dan bukti keesaan-Nya, Dia menciptakan kalian dari tanah dan mengilhami kalian
untuk memakmurkan bumi dengan bercocok tanam, dan menyiapkan kalian cara-cara
mendapat penghidupan di bumi; kalian memahat gunung-gunungnya, mendirikan
bangunan di tanahnya yang lapang, menikmati rezekinya, dan mengeluarkan harta
bendanya; maka mohonlah ampun kepada-Nya atas kesalahan yang kalian perbuat,
karena Dia memerintahkan kalian untuk memohon ampun dan berjanji akan menerimanya,
dan tetaplah di atas jalan taubat dan istiqamah sebagaimana Dia memintahkan
kalian. Sesungguhnya Tuhanku dekat dengan hamba-hamba-Nya yang beriman dan
mengabulkan mereka yang berdoa kepada-Nya.[1]
2. Al-Qur’an Surah Al-Anfal ayat 60
(#rÏãr&ur Nßgs9 $¨B OçF÷èsÜtGó$# `ÏiB ;o§qè% ÆÏBur ÅÞ$t/Íh È@øyÜø9$# cqç7Ïdöè? ¾ÏmÎ/ ¨rßtã «!$# öNà2¨rßtãur tûïÌyz#uäur `ÏB óOÎgÏRrß w ãNßgtRqßJn=÷ès? ª!$# öNßgßJn=÷èt 4 $tBur (#qà)ÏÿZè? `ÏB &äóÓx« Îû È@Î6y «!$# ¤$uqã öNä3ös9Î) óOçFRr&ur w cqßJn=ôàè? ÇÏÉÈ
Artinya:
“Dan siapkanlah untuk menghadapi mereka kekuatan apa saja yang kamu sanggupi
dan dari kuda-kuda yang ditambat untuk berperang (yang dengan persiapan itu)
kamu menggentarkan musuh Allah dan musuhmu dan orang orang selain mereka yang
kamu tidak mengetahuinya; sedang Allah mengetahuinya. apa saja yang kamu
nafkahkan pada jalan Allah niscaya akan dibalasi dengan cukup kepadamu dan kamu
tidak akan dianiaya (dirugikan)”.
Menurut
tafsir Jalalain ayat tersebut mengandung makna “(Dan siapkanlah untuk
menghadapi mereka) untuk memerangi mereka (kekuatan apa saja yang kalian
sanggupi) Rasulullah saw. menjelaskan, bahwa yang dimaksud dengan kekuatan
adalah ar-ramyu atau pasukan pemanah. Demikianlah menurut hadis yang
diriwayatkan oleh Imam Muslim (dan dari kuda-kuda yang ditambat) lafal ribath
berbentuk mashdar, artinya kuda-kuda yang sengaja disediakan untuk berperang di
jalan Allah (untuk membuat takut) kalian membuat gentar (dengan adanya
persiapan itu musuh Allah dan musuh kalian) artinya orang-orang kafir Mekah
(dan orang-orang yang selain mereka) terdiri dari orang-orang munafik atau
orang-orang Yahudi (yang kalian tidak mengetahuinya sedangkan Allah
mengetahuinya. Apa saja yang kalian nafkahkan pada jalan Allah niscaya akan
dibalaskan kepada kalian dengan balasan yang cukup) yakni pahalanya (dan kalian
tidak akan dianiaya) tidak akan dikurangi sedikit pun dari pahala kalian”[2].
3. Al-Qur’an Surah Al-Baqarah ayat 247
tA$s%ur óOßgs9 óOßgÎ;tR ¨bÎ) ©!$# ôs% y]yèt/ öNà6s9 Vqä9$sÛ %Z3Î=tB 4 (#þqä9$s% 4¯Tr& ãbqä3t ã&s! Ûù=ßJø9$# $uZøn=tã ß`øtwUur ,ymr& Å7ù=ßJø9$$Î/ çm÷ZÏB öNs9ur |N÷sã Zpyèy ÆÏiB ÉA$yJø9$# 4 tA$s% ¨bÎ) ©!$# çm8xÿsÜô¹$# öNà6øn=tæ ¼çny#yur ZpsÜó¡o0 Îû ÉOù=Ïèø9$# ÉOó¡Éfø9$#ur ( ª!$#ur ÎA÷sã ¼çmx6ù=ãB ÆtB âä!$t±o 4 ª!$#ur ììźur ÒOÎ=tæ ÇËÍÐÈ
Artinya: “Dan Nabi mereka
berkata kepada mereka, “sesungguhnya Allah telah mengangkat Talut menjadi
rajamu. “Mereka Menjawab, “Bagaimana Talut memperoleh kerajaan atas kami,
sedangkan kami berhak atas kerajaan itu darinya dan dia tidak diberikan
kekayaan yang banyak?” (Nabi) Menjawab, “Allah telah memilihnya (menjadi raja)
kamu dan memberikan kelebihan ilmu dan fisik. “Allah memberikan kerajaan-Nya
kepada siapa yang dia kehendaki dan Allah Maha Luas, Maha Mengetahui”.
Menurut Quraish Shihab
dalam karyanya Tafsir Al-Misbah menjelaskan “Nabi mereka berkata, "Allah
telah mengabulkan permintaan kalian dengan memilih Thâlût sebagai
penguasa." Pemuka-pemuka mereka menolak pilihan Allah itu dengan
mengatakan, "Bagaimana ia akan memerintah kami, sedangkan kami lebih
berhak? Thâlût bukan keturunan orang berada dan tidak punya kekayaan."
Nabi mereka menjawab, "Allah telah memilih Thâlût sebagai penguasa kalian
karena ia memiliki kriteria kepemimpinan, seperti pengalaman luas dalam soal perang,
kemampuan politik pemerintahan dan fisik yang kuat. Kekuasaan berada di tangan
Allah, diberikan kepada siapa saja yang dikehendaki tanpa memandang keturunan
dan kekayaan. Ilmu dan karunia Allah sangatlah luas. Tentu Dia memilih sesuatu
yang ada maslahatnya untuk kalian".[3]
4. Al-Qur’an Surah Ar-Rahman ayat 33
u|³÷èyJ»t Çd`Ågø:$# ħRM}$#ur ÈbÎ) öNçF÷èsÜtGó$# br& (#räàÿZs? ô`ÏB Í$sÜø%r& ÏNºuq»yJ¡¡9$# ÇÚöF{$#ur (#räàÿR$$sù 4 w cräàÿZs? wÎ) 9`»sÜù=Ý¡Î0 ÇÌÌÈ
Artinya: “Wahai golongan jin dan manusia! Jika kamu
sanggup menembus (melintasi) penjuru langit dan bumi, maka tembuslah. Kamu
tidak akan mampu menembusnya kecuali dengan kekuatan (dari Allah)”.
Menurut tafsir jalalain menjelaskan “(Hai semua jin
dan manusia, jika kalian sanggup menembus) melintasi (penjuru) atau
kawasan-kawasan (langit dan bumi, maka lintasilah) perintah di sini mengandung
makna yang menunjukkan ketidakmampuan mereka untuk melakukan hal tersebut
(kalian tidak dapat menembusnya melainkan dengan kekuatan) dan kalian tidak
akan mempunyai kekuatan untuk itu”.[4]
5. Al-Qur’an Surah An-Nisa ayat 6
4yJ»tGuø9$# #Ó¨Lym #sÎ) (#qäón=t/ yy%s3ÏiZ9$# ÷bÎ*sù Läêó¡nS#uä öNåk÷]ÏiB #Yô©â (#þqãèsù÷$$sù öNÍkös9Î) öNçlm;ºuqøBr& ( wur !$ydqè=ä.ù's? $]ù#uó Î) #·#yÎ/ur br& (#rçy9õ3t 4 `tBur tb%x. $|ÏYxî ô#Ïÿ÷ètGó¡uù=sù ( `tBur tb%x. #ZÉ)sù ö@ä.ù'uù=sù Å$rá÷èyJø9$$Î/ 4 #sÎ*sù öNçF÷èsùy öNÍkös9Î) öNçlm;ºuqøBr& (#rßÍkôr'sù öNÍkön=tæ 4 4xÿx.ur «!$$Î/ $Y7Å¡ym ÇÏÈ
Arinya: “Yang demikian itu karena sungguh, Allah,
Dialah yang hak, dan sungguh, Dialah yang menghidupkan segala yang telah mati,
dan sungguh, Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu”
Tafsir al-misbah menjelaskan “Ujilah kemampuan
berpikir anak-anak yatim tersebut, selidikilah keadaannya dan kemampuannya
menggunakan harta sebelum menginjak dewasa. Jika mereka telah memenuhi
kelayakan untuk menikah, dan menurut pendapat kalian mereka telah pandai
memelihara harta, maka serahkanlah harta-harta mereka. Janganlah kalian memakan
harta anak-anak yatim dengan melampaui batas dan juga janganlah tergesa-gesa
memanfaatkannya selagi mereka belum dewasa. Barangsiapa, di antara pemelihara
harta itu, yang mampu, maka hendaknya ia menahan diri untuk tidak memakannya.
Barangsiapa yang fakir, maka ia cukup memakan harta itu menurut yang
sepatutnya. Dan, bila kalian telah benar-benar menyerahkan harta itu kepada
mereka, hendaknya kalian menyediakan saksi. Cukuplah Allah sebagai pembalas dan
pengawas atas persaksian itu”.[5]
6. Al-Qur’an Surah Al-Hajj ayat 78
(#rßÎg»y_ur Îû «!$# ¨,ym ¾ÍnÏ$ygÅ_ 4 uqèd öNä38u;tFô_$# $tBur @yèy_ ö/ä3øn=tæ Îû ÈûïÏd9$# ô`ÏB 8ltym 4 s'©#ÏiB öNä3Î/r& zOÏdºtö/Î) 4 uqèd ãNä39£Jy tûüÏJÎ=ó¡ßJø9$# `ÏB ã@ö6s% Îûur #x»yd tbqä3uÏ9 ãAqß§9$# #´Îgx© ö/ä3øn=tæ (#qçRqä3s?ur uä!#ypkà n?tã Ĩ$¨Z9$# 4 (#qßJÏ%r'sù no4qn=¢Á9$# (#qè?#uäur no4qx.¨9$# (#qßJÅÁtGôã$#ur «!$$Î/ uqèd óOä39s9öqtB ( zN÷èÏYsù 4n<öqyJø9$# zO÷èÏRur çÅÁ¨Z9$# ÇÐÑÈ
Artinya:
“Dan berjihadlah kamu pada jalan Allah dengan Jihad yang sebenar-benarnya. Dia
telah memilih kamu dan Dia sekali-kali tidak menjadikan untuk kamu dalam agama
suatu kesempitan. (Ikutilah) agama orang tuamu Ibrahim. Dia (Allah) telah
menamai kamu sekalian orang-orang Muslim dari dahulu, dan (begitu pula) dalam
(Al Quran) ini, supaya Rasul itu menjadi saksi atas dirimu dan supaya kamu
semua menjadi saksi atas segenap manusia, Maka dirikanlah sembahyang,
tunaikanlah zakat dan berpeganglah kamu pada tali Allah. Dia adalah
Pelindungmu, Maka Dialah Sebaik-baik pelindung dan sebaik- baik penolong”.
Tafsir
Al-Muyassar / Kementerian Agama Saudi Arabia Dan berjihadlah di jalan Allah
dengan jihad yang ikhlas karena mengharap rida-Nya. Dia memilih kalian dan
menjadikan agama kalian sebagai agama yang mudah, tidak ada kesukaran dan
pemaksaan di dalamnya. Agama yang mudah ini adalah agama nenek moyang kalian,
Ibrahim -'alaihissalām-, dan Allah telah menamai kalian dalam kitab-kitab
terdahulu dan dalam Al-Qur`ān sebagai orang-orang muslim, agar rasul menjadi
saksi atas kalian bahwa ia telah menyampaikan pada kalian apa yang
diperintahkan padanya untuk disampaikan, dan agar kalian menjadi saksi atas
segenap umat-umat terdahulu bahwa rasul-rasul mereka telah menyampaikan wahyu
Allah tersebut. Maka bersyukurlah kalian kepada Allah atas nikmat itu dengan
mendirikan salat secara sempurna, tunaikanlah zakat harta kalian, kembalilah
kepada Allah, dan berpegang teguhlah kepada-Nya dalam segala urusan, sungguh
Dia sebaik-baik pelindung bagi orang-orang mukmin yang dilindungi-Nya, dan
sebaik-baik penolong bagi orang-orang mukmin yang ditolong-Nya, maka mintalah
perlindungan dan pertolongan kepada-Nya niscaya Dia pasti melindungi dan
menolong kalian.[6]
7. Al-Qur’an Surah Al-Maidah ayat 16
Ïôgt ÏmÎ/ ª!$# ÇÆtB yìt7©?$# ¼çmtRºuqôÊÍ @ç7ß ÉO»n=¡¡9$# Nßgã_Ì÷ãur z`ÏiB ÏM»yJè=à9$# n<Î) ÍqY9$# ¾ÏmÏRøÎ*Î/ óOÎgÏôgtur 4n<Î) :ÞºuÅÀ 5OÉ)tGó¡B ÇÊÏÈ
Artinya:
“Dengan kitab Itulah Allah menunjuki orang-orang yang mengikuti keredhaan-Nya
ke jalan keselamatan, dan (dengan kitab itu pula) Allah mengeluarkan
orang-orang itu dari gelap gulita kepada cahaya yang terang benderang dengan
seizin-Nya, dan menunjuki mereka ke jalan yang lurus”.
(Dengan
kitab itu Allah menunjuki orang-orang yang mengikuti keridaan-Nya) maksudnya
dengan Alquran dan dengan jalan beriman (ke jalan-jalan keselamatan) jalan yang
menyelamatkan mereka (dan mengeluarkan mereka dari kegelapan) yakni kekafiran
(kepada cahaya) yakni keimanan (dengan izin-Nya) dengan iradat-Nya (serta
membimbing mereka ke jalan yang lurus) yakni agama Islam.[7]
8. Al-Qur’an Surah An-Nur ayat 52
`tBur ÆìÏÜã ©!$# ¼ã&s!qßuur |·øsur ©!$# Ïmø)Gtur y7Í´¯»s9'ré'sù ãNèd tbrâͬ!$xÿø9$# ÇÎËÈ
Artinya: “Dan barang siapa yang taat kepada Allah
dan Rasul-Nya dan takut kepada Allah dan bertakwa kepada-Nya, Maka mereka
adalah orang- orang yang mendapat kemenangan”.
Tafsir Al-Muyassar / Kementerian Agama Saudi
Arabia “Dan barang siapa yang taat
kepada Allah dan Rasul-Nya, berserah diri kepada hukum Allah dan Rasul-Nya,
takut terhadap akibat maksiat, dan bertaqwa kepada Allah dengan mengerjakan
perintah dan menjauhi larangan-Nya, mereka itulah orang-orang yang meraih
kemenangan dengan mendapatkan kebaikan dunia dan Akhirat”.[8]
9. Al-Qur’an Surah Hud ayat 112
`tBur ÆìÏÜã ©!$# ¼ã&s!qßuur |·øsur ©!$# Ïmø)Gtur y7Í´¯»s9'ré'sù ãNèd tbrâͬ!$xÿø9$# ÇÎËÈ
Artinya:
“Maka tetaplah kamu pada jalan yang benar, sebagaimana diperintahkan kepadamu
dan (juga) orang yang telah taubat beserta kamu dan janganlah kamu melampaui
batas. Sesungguhnya Dia Maha melihat apa yang kamu kerjakan”
M.
Quraish Shihab dalam tafsirnya Al-Misbah menjelaskan Jika keadaan umat-umat
yang memperselisihkan pemahaman kitab suci begitu adanya, maka bersikaplah kamu
dan para pengikutmu yang beriman dengan konsisten mengikuti jalan kebenaran
seperti yang diperintahkan Allah. Janganlah kalian melampaui batas kewajaran
dengan melalaikan atau meremehkan atau berlebih-lebihan dengan melakukan
sesuatu yang di luar kemampuan. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui semua apa
yang kalian kerjakan dan pasti Dia akan membalasnya.[9]
B.
Fungsi Pendidikan
Islam dalam Ayat-Ayat Al-Qur’an Al-Qur’an
Pendidikan merupakan salah satu unsur
terpenting dalam kehidupan manusia. Hal itu dikarenakan selain untuk menunjang
kehidupan pendidikan juga diperintahkan dalam agama. Tentunya agama Islam
menjadi salah satu agama yang menekankan dan memerintahkan umatnya untuk
menuntut ilmu terutama dalam ilmu agama.
Jika dibaca sekilas memahami makna
yang mendalam. Seluruh ayat yang dicantumkan di atas tidak semua membahas
tentang pendidikan. Namun jika dipahami maksud dari beberapa ayat tersebut akan
lebih ditekankan bahwa seluruh ayat tersebut mengandung makna yang mendidikan.
Dapat diketahui bahwa ayat-ayat tersebut bertujuan untuk memberitahukan bahwa
fungsi pendidikan Islam dalam Al-Qur’an lebih menekankan agar seorang hamba
senantiasa taat kepada dengan mengajarkan kebaikan kepada hamba-Nya agar kelak
mendapat balasan yang baik.
BAB III
PENUTUP
A.
Kesimpulan
Fungsi pendidikan Islam sangat banyak
bagi setiap muslim. Hal itu dapat dilihat pada penjelasan ayat yang telah
dibahas sebelumnya. Tujuan dasar dari setiap fungsi yang terdapat dalam
pendidikan Islam hanya satu yaitu betujuan untuk menjadikan setiap hamba-Nya
menjadi seorang muslim yang mentaati segala perintah dan menjauhi segala
larangan dalam agama Islam. Hingga pada akhirnya setiap umat muslim yang
berhasil menjalani itu semua akan mendapatkan hadiah terbesar yaitu surga.
B.
Saran
Sebaiknya setiap orang lebih menekankan untuk
mempelajari tentang pendidikan Islam.
Hal itu dilakukan agar dapat menjadi seorang muslim yang baik dan melaksanakan
perintah dan larangan yang ada dalam agama Islam.
DAFTAR RUJUKAN
https://tafsirweb.com/3553-quran-surat-hud-ayat-61.html
https://tafsirq.com/8-al-anfal/ayat-60
https://tafsirq.com/2-al-baqarah/ayat-247#tafsir-quraish-shihab
https://tafsir.learn-quran.co/id/surat-55-ar-rahman/ayat-33
https://tafsirq.com/4-an-nisa/ayat-6#tafsir-quraish-shihab
https://tafsirweb.com/5814-quran-surat-al-hajj-ayat-78.html
https://tafsirq.com/5-Al-Ma%27idah/ayat-16
https://tafsirweb.com/6180-quran-surat-an-nur-ayat-52.html
https://tafsirq.com/11-hud/ayat-112#tafsir-quraish-shihab
[1] https://tafsirweb.com/3553-quran-surat-hud-ayat-61.html diakses pada tanggal
24-12-2020 pukul 11.23
[2] https://tafsirq.com/8-al-anfal/ayat-60 diakses pada tanggal
24-12-2020 pukul 11.32
[3] https://tafsirq.com/2-al-baqarah/ayat-247#tafsir-quraish-shihab diakses pada tanggal
24-12-2020 pukul 11.34
[4] https://tafsir.learn-quran.co/id/surat-55-ar-rahman/ayat-33 diakses pada tanggal
24-12-2020 pukul 11.43
[5] https://tafsirq.com/4-an-nisa/ayat-6#tafsir-quraish-shihab diakses pada tanggal
24-12-2020 pukul 11.55
[6] https://tafsirweb.com/5814-quran-surat-al-hajj-ayat-78.html diakses pada tanggal
24-12-2020 pukul 11.59
[7] https://tafsirq.com/5-Al-Ma%27idah/ayat-16 diakses pada tanggal
24-12-2020 pukul 12.2
[8] https://tafsirweb.com/6180-quran-surat-an-nur-ayat-52.html diakses pada tanggal
24-12-2020 pukul 12.7
[9] https://tafsirq.com/11-hud/ayat-112#tafsir-quraish-shihab diakses pada tanggal
24-12-2020 pukul 12.23

0 Komentar