BAB I

PENDAHULUAN

A.   Latar Belakang

Anak usia dini merupakan bagian terpenting, karena anak-anak akan melanjutkan perjuangan para tokoh terdahulu dalam memajukan bangsa. Oleh karena itu pentingnya memberikan pembelajaran sejak usia dini pada anak. Berbagai pembelajaran dapat dipelajari oleh anak. Salah satu pelajaran yang juga tidak kalah penting adalah pelajaran tentang sains.

Pelajaran sians merupakan pelajaran yang mempelajari fenomena-fenomena yang terjadi secara alamiah. Fenoma tersebut tentu tidak terlepas dari kejadian-kejadian alam dan juga memperlajari apa yang ada pada alam sekitar. Oleh karena itu kali ini akan dibahas tentang implikasi pembelajaran sains pada anak usia dini.

B.   Rumusan Masalah

  1. Bagaimana hakikat Pendidikan Islam pada AUD?
  2. Apa saja ruang lingkup Pendidikan Islam pada AUD?
  3. Bagaimana pembelajaran sains dalam Al-Qur’an?
  4. Bagaimana implikasi pembelajaran sains terhadap Pendidikan Islam AUD?

C.   Tujuan

  1. Mengetahui hakikat Pendidikan Islam pada AUD.
  2. Mengetahui ruang lingkup Pendidikan Islam pada AUD.
  3. Mengetahui pembelajaran sains dalam Al-Qur’an.
  4. Mengetahui implikasi pembelajaran sains terhadap Pendidikan Islam AUD.

 


BAB II

PEMBAHASAN

A.      Hakikat Pendidikan Islam Pada AUD

Berdasarkan konsep tarbiyah dalam Alqur’an maka hakikat pendidikan islam pada anak usia dini dapat dijabarkan sebagai berikut:

1.         Pendidikan Bersifat Humanis – Teosentris

Pendidikan bersifat humanis teosentris artinya bahwa pendidikan dan segala seuatu yang diajarkan kepada manusia adalah berdasarkan fitrah atau kodrat manusia sebagai makhluk dan tentunya dilandasi oleh segala syariat dan ketentuan Tuhan atau Allah SWT. Hakikat pendidikan yang bersifat humanis teosentris pada dasarnya menitik beratkan hubungan manusia dengan Tuhannya atau Allah SWT dan menjabarkan iman dan taqwa itu sendiri. Dengan kata lain, hakikat pendidikan islam adalah penghubung Allah SWT dengan makhluknya terutama manusia melalui keimanan.[1]

2.      Pendidikan Bernilai Ibadah

Salah satu tugas dan peran pendidikan islam adalah menuntun dan mengajarkan umat manusia dalam menjalankan ibadah dan tugasnya sebagai khalifah di muka bumi. Pendidikan islam mengajarkan kepada manusia bagaimana cara menjalankan ibadah seperti shalat baik shalat wajib maupun shalat sunnahpuasazakat, haji dan lain sebagainya. Dilihat dari hakikat pendidikan ini, maka Allah SWT bertindak sebagai pendidik yang kekal dan hakiki. Tanpa adanya pendidikan islam maka manusia dapat kehilangan arah dan ia akan tersesat tatkala mencari makna dari hidupnya.

3.      Pendidikan Menanamkan Tanggung Jawab

Hakikat pendidikan islam yang lainnya adalah menanamkan rasa tanggungjawab kepada seluruh umat manusia dan mengajarkan manusia bagaimana cara memenuhi tanggung jawab serta kewajiban yang dimilikinya. Pendidikan yang dimiliki selayaknya membuat umat manusia mengerti tentang tugasnya dan kewajibabnya serta menyadari pentingnya meneruskan pendidikan islam itu sendiri.

4.      Pendidikan Seumur Hidup

Hukum menuntut ilmu adalah wajib atau fardhu ain baik bagi pria maupun wanita. Seorang muslim hendaknya tidak berhenti menuntut ilmu dan mendalami pendidikan islam karena pada hakikatnya pendidikan islam adalah dasar hidup seseorang semasa ia hidup di dunia dan berlaku seumur hidup. Dengan katalain seorang manusia wajib belajar dan menuntut ilmu sejak ia dilahirkan ke dunia hingga menjelang ajalnya.

5.      Pendidikan Tidak Terbatas Ruang Dan Waktu

Pendidikan islam diajarkan kepada umat manusia dan tidak terbatas ruang dan waktu. Pendidikan islam tidak terbatas ruang maksudnya bahwa pendidikan islam tidak hanya diajarkan pada manusia di suatu daerah saja seperti halnya seorang nabi mengajarkan ilmu pada suatu kaum, pendidikan islam bersifat luas dan mencakup seluruh umat manusia yang hidup di dunia. Pendidikan islam juga tidak terbatas waktu karena pendidikan islam harus tetap diajarkan dan diteruskan oleh setiap generasi manusia yang hidup dalam kurun waktu yang berbeda. (baca cara mendidik anak dalam islam dan pendidikan anak dalam islam)

6.      Pendidikan Kemaslahatan Umat

Pendidikan islam juga memiliki hakikat yang penting dalam masyarakat. Dalam Alqur’an dijelaskan bahwa Allah SWT tidak menciptakan manusia untuk hidup sendiri melainkan untuk bersosialisasi dengan sesamanya atau bermasyarakat. Pendidikan islam tidak hanya mengajarkan umat manusia untuk beribadah dan menyembah Allah SWT saja akan tetapi juga mengajarkan bagaimana berperilaku dengan akhlak yang mulia dan menjaga kerukunan serta perlakuan kepada manusia lainnya (baca keutamaan menyambung tali silaturahmi). Ilmu dalam pendidikan islam selayaknya menjadi pedoman bagi manusia untuk mewujudkan hidup yang lebih baik bagi dunia maupun kehidupan akhirat.

 

B.       Ruang Lingkup Pendidikan Islam Pada AUD

  1. Peserta Didik

Peserta didik adalah seorang yang sedang berkembang, memiliki potensi tertentu, dan dengan bantuan pendidik ia mengembangkan potensinya tersebut secara optimal, untuk menuju kedewasaan. Peserta didik sebagai objek utama dalam pendidikan memegang peranan yang sangat strategis. Artinya bahwa siswa dapat dijadikan sebagai salah satu indikator terwujudnya sekolah berkualitas. Siswa sebagai salah satu input di sekolah, sangat mempengaruhi pembentukan sekolah yang berkualitas. Hal ini tentunya dipengaruhi oleh banyak faktor, misalnya latar belakang peserta didik, kemampuan peserta didik, prinsip hidup, dan sebagainya.[2]

  1. Guru atau Pendidik

Dalam Undang-undang No. 14 tahun 2005 tentang guru dan dosen, “guru adalah pendidik professional dengan tugas utama mendidik, mengajar, membimbing, mengarahkan, melatih, menilai dan mengevaluasi peserta didik, pada pendidikan anak usia dini, jalur pendidikan formal, pendidikan dasar, dan pendidikan menengah”. Pendidik adalah orang dewasa yang secara kodrati, atau karena tugasnya untuk membimbing anak menjadi dewasa. Saat ini pendidik diposisikan sebagai fasilitator/mediator yang bertugas menfasilitasi atau membantu siswa selama proses penbelajaran berlangsung. Pendidik tidak lagi dianggap sebagai satu-satunya sumber informasi, sebab informasi juga bisa diperoleh dari peserta didik. Penciptaan suasana menyenangkan dan adanya kesadaran emosional yang tidak dalam keadaan tertekan akan mengaktifkan potensi otak dan menimbulkan daya berpikir yang intuitif dan holistik.

  1. Kurikulum

Menurut Crow dan Crow kurikulum ialah rancangan pengajaran yang isinya sejumlah mata pelajaran yang disusun secara sistematis yang diperlukan sebagai syarat untuk menyelesaikan suatu program pendidikan tertentu. Dalam UU RI Nomor 20 tahun 2003 kurikulum adalah seperangkat rencana dan pengaturan mengenai tujuan, isi, dan bahan pelajaran serta cara yang digunakaan sebagai pedoman penyelenggaraan kegiatan pembelajaran untuk mencapai tujuan pendidikan tertentu. Menurut pengertian di atas dapat disipmulkan bahwa kurikulum adalah sejumlah rancangan atau pedoman pembelajaran yang isinya mata pelajaran yang disusun secara sistematis untuk menyelesaikan tujuan pendidikan.

  1. Metode

Metode adalah prosedur umum dalam penyampaian materi untuk mencapai tujuan pendidikan. Didasarkan atas asumsi tertentu tentang hakikat Islam sebagai suprasistem. Sedangkan teknik pendidikan Islam adalah langkah-langkah konkret pada waktu seorang pendidik melaksanakan pengajaran dikelas. Metode dapat dikatakan juga sebagai cara atau usaha pendidik untuk mempermudah peserta didik dalam kegiatan belajar mengajar.

  1. Evaluasi

Evaluasi pendidikan Islam adalah suatu kegiatan untuk menentukan taraf kemajuan suatu aktifitas didalam pendidikan Islam. Evaluasi dapat diartikan sebagai proses membandingkan situasi yang ada dengan keriteria tertentu dalam rangka mendapatkan informasi dan menggunakannya untuk menyusun penilaian dalam rangka membuat keputusan. Dengan kata lain, kegiatan evaluasi, baik evaluasi hasil belajar maupun evaluasi pembelajaran, merupakan bagian integral yang tidak terpisahkan dari kegiatan pendidikan.

  1. Lingkungan

Secara harfiah Lingkungan dapat diartikan sebagai segala sesuatu yang mengitari kehidupan, baik berupa fisik seperti alam jagat raya dengan segala isinya, maupun berupa nonfisik, seperti suasana kehidupan keagamaan, nilai-nilai dan alat. Lingkungan pendidikan Islam adalah suatu lingkungan yang di dalamnya terdapat ciri-ciri ke-Islaman yang memungkinkan terselenggaranya pendidikan Islam dengan baik. Lingkungan adalah tempat untuk memperoleh pendidikan Islam baik dalam keluarga, sekolah maupun masyarakat. Dalam pendidikan di kenal tiga lingkungan pendidikan yaitu:

a.    Lingkungan pendidikan si keluarga

Keluarga secara normatif termasuk kedalam kelompok lembaga pendidikan di luar sekolah. Islam memandang keluarga sebagai salah satu bentuk lembaga pendidikan karena di dalam keluarga berlangsung pula proses kependidikan. Anak berperan sebagai peserta didik, orangtua sebagai pendidik. Keluarga merupakan lingkungan pertama dan utama bagi anak yang memberikan sumbangan bagi perkembangan dan pertumbuhan mental maupun fisik dalam kehidupannya. Hubungan interaksi anak dan orangtua inilah proses pendidikan Islam berlangsung. Perlakuan orang tua terhadap anak-anaknya ikut memegaruhi pembentukan kepribadian maupun kecerdasan anak.

b.    Lingkungan pendidikan di sekolah

Sekolah merupakan lingkungan pendidikan yang secara sengaja direncana dan dilaksanakan dengan aturan-aturan yang ketat, seperti harus berjenjang dan berkesinambungan, sehingga disebut pendidikan formal. Sekolah merupakan suatu lembaga khusus, suatu wahana, suatu tempat untuk menyelenggarakan pendidikan, yang di dalamnya terdapat suatu proses belajar mengajar untuk mencapai tujuan pendidikan.

c.    Lingkungan pendidikan di masyarkat

Masyarakat sebagai lembaga pendidikan nonformal, juga menjadi bagian penting dalam proses pendidikan, tetapi tidak mengikuti peraturan-peraturan yang tetap dan ketat. Masyarakat yang terdiri dari sekelompok individu yang beragam akan mempengaruhi pendidikan peserta didik tang tinggal di sekitarnya. Oleh karena itu, dalam pemdidikan Islam, masyarakat memiliki tanggung jawab dalam mendidik generasi muda tersebut.

 

  1. Alat Pendidikan

Alat pendidikan adalah alat, metode, dan teknik yang digunakan dalam rangka meningkatkan efektivitas komunikasi dan interaksi edukatif antara pendidik dan peserta didik dalam proses pendidikan dan pengajaran di sekolah. Menurut Sutari Imam Barnadib alat pendidikan ialah tindakan, perbuatan, situasi, atau benda yang dengan sengaja diadakan untuk mencapai tujuan pendidikan.

Alat pendidikan Merupakan alat-alat yang dapat digunakan selama melaksanakan pendidikan Islam, agar tujuan pendidikan Islam tersebut lebih berhasil. Alat pendidikan adalah serentetan tindakan yang dilakukan pendidik secara sadar untuk mencapai tujuan pendidikan yaitu kedewasaan.

C.      Pembelajaran Sains Dalam Al-Qur’an

Sampai detik ini, Al-Qur’an terus menjadi perbincangan di kalangan ilmuwan. Selalu ada pengetahuan baru yang dapat diambil darinya. Bahkan beberapa dari mereka sampai memeluk Islam, karena takjub dengan mukjizatnya. Seiring perkembangan waktu dan teknologi, kini semakin banyak fakta sains di dalam Al-Qur’an yang telah terbukti. Hal tersebut menunjukkan Al-Qur’an bukan karangan manusia, melainkan firman Allah yang kebenarannya tak perlu diragukan. Berikut kami paparkan 7 fenomena sains yang disebutkan di dalam Al-Qur’an yang telah terbukti kebenarannya.[3]

1.  Bertemunya Dua Lautan

Pertemuan antara dua arus laut ini terjadi di Selat Gibraltar, tepatnya di antara Spanyol dan Maroko. Menurut para ilmuwan, fenomena tersebut terjadi karena air laut dari Samudera Atlantik dan dari Laut Mediterania memiliki karateristik yang berbeda, dilihat dari suhu air, kadar garam, dan kerapatannya. Mengenai fenomena bertemunya dua lautan ini, Al-Qur’an telah menjelaskannya 14 abad silam.

2.  Garis Edar Tatasurya

Menurut ahli astronomi, matahari bergerak dengan kecepatan 720.000 km/jam ke arah bintang Vega dalam sebuah garis edar yang dinamakan Solar Apex. Ini berarti matahari bergerak sejauh 17.280.000 kilometer dalam sehari. Selain matahari, semua planet dan satelit dalam sistem gravitasi matahari juga berjalan dalam jarak ini. Semua bintang yang ada di alam semesta pun sama. Fenomena tatasurya dan garis edar ini sudah tertulis di dalam Al-Quran, antara lain di dalam Surah Al-Anbiya’ ayat 33.

3.  Ledakan Raksasa atau Big Bang

Big Bang diyakini sebagai peristiwa yang menyebabkan terbentuknya alam semesta. Teori ini didasarkan pada kajian kosmologi mengenai bentuk awal dan perkembangan alam semesta. Berdasarkan teori ini, dikatakan bahwa alam semesta awalnya dalam keadaan sangat panas dan padat, lalu mengembang secara terus-menerus hingga hari ini. Hal tersebut ternyata sudah disampaikan di dalam Al-Quran tepatnya Surah Al-Anbiya ayat 30.

4.  Api di Dasar Laut

Fenomena ini ditemukan oleh seorang ahli geologi asal Rusia, Anatol Sbagovich dan Yuri Bagdanov, dan seorang ilmuwan asal Amerika Serikat. Mereka meneliti kerak bumi dan patahannya di dasar laut lepas pantai Miami. Mereka kemudian menemukan lava cair yang mengalir disertai abu vulkanik yang suhunya mencapai 231 derajat celcius. Al-Quran, lagi-lagi, sudah menyinggung tentang api di dasar lautan ini.

5.  Sungai di Dasar Laut

Fenomena sungai di dasar laut ditemukan oleh ilmuwan asal Prancis bernama Jaques Yves Cousteau. Para ahli menyebut fenomena ini sebagai lapisan hidrogen sulfida, karena air yang mengalir di sungai dasar laut ini memiliki rasa air tawar. Selain itu sungai dasar laut ini ditumbuhi daun-daun dan pohon. Fenomena ini disebutkan di dalam Al-Quran tepatnya di dalam Surah Al-Furqan ayat 53.

6.  Dasar Lautan yang Gelap

Manusia tak mampu menyelam 40 meter di bawah laut tanpa peralatan khusus. Dalam sebuah buku berjudul “Oceans” dijelaskan, pada kedalaman 200meter hampir tak dijumpai cahaya, sedangkan pada kedalaman 1.000meter tak terdapat cahaya sama sekali. Kondisi dasar laut yang gelap baru bisa diketahui setelah penemuan teknologi canggih. Namun, Al-Qur’an telah menjelaskan keadaan dasar lautan tersebut sejak ribuan tahun yang lalu.

7.  Sidik Jari Manusia

Sidik jari ditemukan pada akhir abad ke-19. Sebelumnya, mayoritas orang menganggap jika sidik jari adalah lengkukan-lengkukan biasa tanpa makna khusus. Setiap manusia, termasuk mereka yang terlahir kembar identic, memiliki pola sidik jari yang berbeda. Dengan kata lain, salah satu tanda pengenal manusia terdapat pada ujung jari mereka.

D.      Implikasi Pembelajaran Sains Terhadap Pendidikan Islam AUD

Implikasi merupakan suatu efek atau akibat yang di dapatkan ketika obyek di berikan suatu perlakuan dengan sengaja atau tidak sengaja dan dampak ini akan dapat di lihat dalam jangka waktu tertentu. Maka dari itu istilah ini akan ada di dalam suatu laporan penilitian khususnya karena akan memberikan hasil yang di inginkan atau yang di harapkan oleh pembacanya.[4]

Berdasarkan pengertiannya, implikasi dapat diartikan efek atau dampak yang ditimbulkan oleh sesuatu baik disengaja maupun tidak disengaja. Implikasi pembelajaran sains terhadap Pendidikan Islam anak usia dini tentu sangat besar. Hal itu dapat diketahui dari banyaknya ilmu sains yang telah dijelaskan dalam Al-Qur’an. Oleh karena itu dengan adanya pembelajaran sains terhadap anak usia dini tentu juga dapat memberikan pemahaman terhadap anak usia dini bahwa banyaknya fenomena dan ciptaan itu sudah tertuang dalam Al-Qur’an. Tentunya hal yang paling mendasar adalah semua yang ada di Bumi adalah ciptaan Allah.


BAB III

PENUTUP

A.      Kesimpulan

Berdasarkan pembahasan yang telah dibahas sebelumnya. Diketahui bahwa implikasi yang ditimbulkan oleh pembelajaran sains sangat besar. Oleh karena itu sangat penting bagi anak usia dini untuk pembelajari pembelajaran tentang sains. Selain itu pembelajaran sains juga erat hubungannya dalam pembelajaran agama. Sehingga memberikan pengaruh besar bagi pemahaman anak tentang ajaran agama Islam.

B.       Saran

Sebaiknya anak usia dini harus mendapatkan pembelajaran sians. Pembelajaran tersebut dapat berupa permainan yang berhubungan langsung dengan alam sekitar. Tentunya pemilihan permainan yang berkaitan langsung dengan dan mampu memberikan pemahaman akan sains.


DAFTAR PUSTAKA

https://dalamislam.com/dasar-islam/hakikat-pendidikan-islam

 

https://qultummedia.com/7-fenomena-sains-modern-ini-ada-di-dalam-al-quran/

 

https://www.kompasiana.com/dhiasyarafanaislamy/5563de722ab0bddf04240320/ruang-lingkup-dan-kegunaan-pendidikan-islam

 

https://www.seputarpengetahuan.co.id/2020/03/implikasi-adalah.html