BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Operation research merupakan metode yang mencakup berbagai teknik
untuk memberikan pengaruh pada pengambilan keputusan. Dapat dikatakan metode tersebut
menjadi salah satu dasar pengambilan keputusan selain dari faktor-faktor
kualitatif. Pada Operation research memiliki berbagai macam pembahsan
yang sangat penting untuk diketahu. Salah satunya adalah teori dualitas.
Teori dualitas merupakan
salah satu konsep
program linear yang
penting dan
menarik ditinjau dari segi teori dan
praktisnya. Ide dasar
yang melatar belakangi teori
ini adalah bahwa
setiap persoalan program linear mempunyai suatu program linear lain
yang saling
berkaitan
yang disebut
dual, sedemikian sehingga solusi pada persoalan semula (yang disebut primal) juga memberikan solusi pada
dualnya. Sangat penting untuk mengetahui lebih jauh mengenai teori dualitas, oleh
karena itu akan dibahas secara mendalam di makalah ini.
B. Rumusan Masalah
- Apa pengertian teori dualitas?
- Bagaimana sifat dasar teori dualitas?
- Bagaimana kaidah transformasi
untuk memperoleh nilai dual?
- Bagaimana keunggulan dual?
- Bagaiamana dualitas dalam interpretasi ekonomi?
C. Tujuan
- Mengetahui pengertian teori dualitas.
- Mengetahui sifat dasar teori dualitas.
- Mengetahui kaidah transformasi
untuk memperoleh nilai dual.
- Mengetahui
keunggulan dual.
- Mengetahui dualitas dalam interpretasi ekonomi.
BAB II
PEMBAHASAN
Teori
dualitas merupakan salah satu konsep program
linier yang penting dan menarik
ditinjau dari segi teori dan praktisnya. Ide dasar yang melatar
belakangi teori ini adalah bahwa
setiap persoalan program linier
mempunyai suatu program
linier lain yang saling berkaitan yang disebut
dual, sedemikiansehingga solusi
pada persoalan semula (yang disebut
primal) juga memberi solusi
pada dualnya.[1]
Pendefenisian
dual ini akan tergantung
pada jenis pembatas, tanda-tanda variabel, dan
bentuk optimasi dari persoalan primalnya.
Akan
tetapi, karena setiap
persoalan program linier harus
dibuat dalam bentuk
standar lebih dahu- lu sebelum
metodenya
dipecahkan, maka pendefinisian dibawah
ini akan
secara otomatis meliput ketiga hal diatas.
Bentuk umum
masalah primal dual
adalah sebagai berikut:
Primal:
Maksimumkan:
z = c1x1 +c2x2 +...+cnxn
Kendala:
a11x1 +a12x2 +···+a1nxn 6 b1
a21x1 +a22x2 +···+a2nxn 6 b2
...
am1x1 +am2x2 +···+amnxn 6bm
x1,x2,...,xn >
0
Dual;
Minimumkan: w
=b1y1 +b2y2 +...+bmym
Kendala
a11y1
+a12y2 +···+a1nym
6 c1
a21y1 +a22y2 +···+a2nym 6 c2
...
am1y1 +am2y2 +···+amnym 6cn
y1,y2,...,yn
> 0
Jika membandingkan kedua persoalan
diatas ternyata terdapat
korespondensi antara primal dengan
dual sebagai berikut:
- Koefisien
fungsi tujuan primal menjadi konstanta ruas kanan bagi dual, sedangkan konstanta ruas kanan primal menjadi kosefisien fungsi tujuan bagi
dual; - Untuk tiap pembatas primal ada satu
variabel dual dan untuk setiap
variabel
primal ada satu pembatas dual; - Tanda ketidaksamaan
pada pembatas akan bergantung pada fungsi tujuan-
nya; - Fungsi tujuan berubah bentuk (maksimisasi menjadi minimasi dan seba-
liknya); - Setiap
kolom pada primal berkorespondensi dengan baris (pembatas)
pada
dual; - Setiap
baris (pembatas) pada primal berkorespondensi dengan kolom pada
dual; - Dual dari dual adalah primal;
Hubungan antara primal
dual nilai tujuan dalam suatu pasangan masalah primal dan dual harus memenuhi hubungan sebagai berikut ini:
1.
Untuk setiap pasangan pemecahan primal dual
yang layak;
Nilai tujuan
dalam masalah maksimisasi ≤ Nilai tujuan dalam
masalah minimasi
2.
Di pemecahan optimum untuk kedua
masalah;
Nilai
tujuan dalam masalah maksimasi = Nilai tujuan dalam
masalah mini- masi.
Untuk menjelaskan hubungan antara
primal dan dual, perhatikan ilustrasi berikut
ini:
Primal
Minimumkan z = 16x1 +30x2 +36x3
Kendala:
2x1 +3x2 +2x3
= 60
2x1 +5x2 +3x3
= 80
x1,x2,x3 =
0
Soal ini
diselesaikan melalui
penyelesaian dualnya, yakni:
Maksimumkan w
= 60y1 +80y2
Kendala:
2y1 +2y2
= 16
3y1 +5y2
= 30
2y1 +3y2
= 36
y1,y2,y3
= 0
Dengan menggunakan metode simpleks solusi dari permasalahan ini adalah:
wmax =
540 untuk
y1 = 5 unit, y2
= 3 unit, t3
= 17 unit,
yakni bahan
yang tidak terpakai dari konstrain ketiga,
sedangkan t1 =t2
=0,
dan untuk
hasil untuk
x1 =
15,x2 = 10,
dan x3 = 0.
Nilai
variabel yang dipilih dari primal
jika
dimasukkan pada
fungsi objektif harus
cocok = 540.
z
=16x1
+30x2
+36x3
=
16(5)+30(10)+36(0) =
540
zmin =
wmax
B.
Sifat Dasar
Dual mempunyai dua dalil
yang bersifat sangat penting untuk linear programming.[2] Dalil tersebut berbunyi:
1. Nilai optimal dari fungsi obyektif
primal selalu sama dengan nilai
optimal dari fungsi obyektif dual, asalkan
terdapat suatu penyelesaian
optimal yang memungkinkan.
2. Jika dalam penyelesaian optimal yang mungkin tersebut
a. Suatu variabel keputusan dalam program primal mempunyai nilai
bukan nol, variabel slack
(atau surplus) yang berkaitan dalam
program dual harus mempunyai nilai optimal
nol.
b. Suatu variabel slack (atau surplus) dalam primal mempunyai nilai bukan
nol, variabel keputusan yang berkaitan dalam program dual
harus mempunyai nilai optimal nol.
C.
Kaidah Transformasi untuk Memperoleh Nilai Dual
Menurut Dowling Perumusan dual dari suatu soal primal
adalah sebagai berikut:[3]
1. Arah optimisasi adalah terbalik. Maksimisasi dalam primal menjadi minimisasi dalam dual dan sebaliknya.
2. Tanda pertidaksamaan dari kendala teknis adalah
terbalik, tetapi
ketidaknegatifan pada variabel-variabel keputusan
(decision variables)
selalu dipertahankan.
3. Baris matriks koefisien dari kendala dalam primal berganti tempat
(transpose) menjadi kolom untuk matriks
koefisien dari kendala dalam
dual.
4. Vektor baris dari koefisien dalam fungsi obyektif dalam primal
berganti
tempat menjadi vektor kolom konstan untuk
kendala dalam dual.
5. Vektor kolom konstan dari kendala primal berganti
tempat menjadi
vektor baris dari koefisien-koefisien
untuk fungsi obyektif dalam dual.
6. Variabel keputusan primal () digantikan oleh variabel keputusan
dual ().
Pemecahan masalah dual juga diberikan oleh
pemecahan masalah
primal, dan dalam beberapa kasus bisa
terjadi lebih mudah memecahkan
masalah dual. Jumlah iterasi yang
dibutuhkan dalam pemecahan masalah
simpleks bergantung pada jumlah baris
variabel dalam tabel simpleks; jadi
jika m ˂ n, biasanya pemecahan masalah
dual membutuhkan perhitungan yang
lebih sedikit dan dengan demikian lebih mudah.
Menurut Weber kaitan antara pemecahan primal dan dual
dapat disimpulkan sebagai berikut:[4]
- Nilai fungsi sasaran dalam pemecahan masalah primal dan dual
adalah sama.
- Kriteria untuk variabel utama primal adalah pemecahan bagi variabel
‘slack’ dari dual. - Kriteria
untuk variabel ‘slack’
dari primal adalah pemecahan bagi
variabel utama dari dual. - Pemecahan untuk variabel-variabel utama primal
merupakan nilai
negatif dari kriteria untuk variabel-variabel ‘slack’ dari dual. - Pemecahan
untuk variabel-variabel
‘slack’ primal merupakan nilai
negatif dari kriteria untuk variabel-variabel utama dari dual.
D.
Keunggulan Dual
Terdapat hubungan komplementer antara varibel-varibel keputusan
dalam satu program
dan variabel-variabel slack (atau surplus)
di dalam program lainnya, penyelesaian untuk program yang satu memberikan
penyelesaian untuk program
lainnya.[5] Ini bermanfaat
karena:
- Hal ini
memungkinkan penyelesaian soal minimisasi menurut
maksimisasi, yang seringkali lebih mudah. - Untuk primal dengan tiga variabel keputusan, dual
menyederhanakan
program tersebut menjadi dua variabel keputusan, yang kemudian dapat
digambarkan secara grafis.
Jadi masalah dual benar-benar simetris dengan
masalah primal dan
pemecahan dari salah satu masalah menghasilkan juga pemecahan dari masalah lain. Jika jumlah iterasi
yang dibutuhkan untuk pemecahan simpleks
bergantung pada jumlah baris dalam tabel simpleks, dual dapat dipecahkan dengan perhitungan yang lebih mudah daripada
primal bila mana tabel simpleks dari dual mempunyai baris yang lebih sedikit
dari pada tabel simpleks primal. Pemecahan masalah dual menghasilkan nilai-nilai yang sifatnya
implisit, dihubungkan artifisial atau bayangan. Nilai-nilai ini mempunyaiarti ekonomis yang penting dalam beberapa
aplikasi pemrogramanlinear, misalnya, dalam
analisis alokasi sumber yang optimal.
E.
Interpretasi
Ekonomi
Masalah primal melibatkan penetuan tingkat output yang menghasilkan laba maksimum untuk masing-masing perusahaanyang memproduksi
beberapa produk. Dengan demikian, laba dibatasi oleh
tersedianya sumber daya. Sumber daya merupakan
nilai yang penting bagi perusahaan. Salah satu pendekatan untuk menentukan nilai dari sumber
daya dengan menghitung biayanya, berikut upah
buruh, alokasi bahan
penolong, penyusutan, biaya pemeliharaan dan sebagainya. Alternatif
lainnya, mengakui bahwa
laba bergantung pada
sumber daya, beberapa bagian tertentu dari laba perusahaan dapat diperhitungkan setiap setiap sumber
daya. Pemecahan problem dual melibatkan penentuan nilai-nilai yang
diperhitungkan untuk sumber-sumber daya ini.[6]
Harga dual menunjukan kegunaan perunit sumber
daya produksi. Biaya terkurangi
menunjukan
peningkatan
pengembalian
marjinal atau pengurangan biaya
perunit sumber daya yang dibutuhkan untuk membuat satu aktivitas PL lebih menguntungkan. Hubungan primal dual untuk menunjukan arti ekonomis
sebenarnya dari harga dual dan biaya
terkurangi. Interpretsasi harga dual
dan biaya terkurangi akan dibuktikan sangat berguna pada dua aspek,
yaitu:
1. Menyediakan pemahaman
fundamental model PL sebagai sistem
output-input ekonomis.
2. Memungkinkan implementasai efisien analisis sensitivitas atau
postoptimal.
BAB III
PENUTUP
A.
Kesimpulan
Ditinjau dari teori praktek, maka dualitas merupakan konsep
linear programming
yang penting dan menarik. Ide dasar dari teori dualitas adalah bahwa setiap persoalan linear programming mempunyai suatu linear program
yang berkaitan yang disebut “dual”. Sehingga solusi dari persoalan asli LP (Primal), juga memberikan solusi pada dualnya.
Secara sistematis,
dualitas merupakan alat bantu masalah LP, yang secara langsung didefinisikan dari persoalan aslinya atau dari model
LP Primal. Dalam kebanyakan perlakuan LP, dualitas sangat tergantung pada primal dalam hal tipe kendala, variabel keputusan dan kondisi optimum. Oleh karena
itu dalam kenyataannya teori dualitas secara tegas tidak diharuskan penggunaannya.
B.
Saran
Sebaiknya dalam penggunaan dualitas
harus menggunakan data yang yang valid. Sehingga hasil yang didapat akan
mendapatkan hasil yang tepat. Melalui hasil tersebut akan memberikan kemudahan
dan membantu pekerjaan agar lebih mudah, serta terlaksana dengan baik.
DAFTAR PUSTAKA
Batara, Yan. 2017. Dualitas Untuk Persoalan
Program Fraksional Multi-Objektif. Medan: Universitas Sumatra Utara.
Kakicina. 1999. Analisis Matematik. Jakarta: Erlangga.
Sugiarto. 1996. Matematika untuk Ekonomi. Jakarta: Erlangga.
[1] Yan Batara, Dualitas
Untuk Persoalan Program Fraksional Multi-Objektif, (Medan: Universitas Sumatra
Utara, 2017), hlm.17.
[2] Sugiarto, Matematika untuk Ekonomi, (Jakarta: Erlangga, 1996), hlm.4.
[3] Ibid… hlm.56.
[4] Kakicina, Analisis Matematik, (Jakarta: Erlangga, 1999), hlm.270.
[5] Sugiarto,
Matematika untuk Ekonomi, (Jakarta: Erlangga, 1996), hlm.64.
[6] Kakicina, Analisis Matematik, (Jakarta:
Erlangga, 1999), hlm.128.

0 Komentar