PENDAHULUAN
A.
Latar Belakang
Pekembangan anak usia dini merupakan salah bagian
terpenting yang turut dipengaruhi oleh makanan. Pentingnya makanan bergizi bagi
anak usia dini juga menjadi faktor yang mempengaruhi pertumbuhan dan kecerdasan
anak. Memberikan pembelajaran tentang makanan bergirizi tidak hanya dapat
diperankan oleh orang tua. Melainkan seorang guru juga memiliki peran tersebut,
sehingga sebagai anak usia dini akan selalu terawasi dan selalu diingatkan akan
makanan yang bergizi.
Makanan bergizi tidak hanya dapat ditentukan dengan
mudah hal itu dilakukan karena adanya aturan yang berlaku agar tidak terhindar
dari penyakit. Mengetahui pentinya makanan bergizi bagi anak usia dini. Kali ini
akan dibahas mengenai Pendidikan gizi dan makanan sehat untuk anak.
B. Rumusan
Masalah
- Bagaimana
Pendidikan gizi untuk anak?
- Apa
saja bahan makanan gizi untuk anak usia dini?
- Bagaimana zat gizi untuk anak usia dini?
- Bagaimana penyusunan menu makan anak usia dini?
C.
Tujuan
- Mengetahui Pendidikan gizi untuk
anak.
- Mengetahui bahan makanan gizi
untuk anak usia dini.
- Mengetahui zat gizi untuk anak usia dini.
- Mengetahui penyusunan menu makan anak usia dini.
BAB II
PEMBAHASAN
Gizi dan
kesehatan adalah suatu proses organisme menggunakan makanan yang
dikonsumsi secara normal melalui proses digesti, absobsi, transportasi,
penyimpanan. Kesehatan dan gizi dapat diartikan sebagai suatu
hal yang mendatangkan sehat atau kebaikan dengan diberikan zat makanan yang
dibutuhkan tubuh. Dalam memberikan makanan bayi ASI merupakan makanan utama,
sedang lainnya sebagai makanan pelengkap. Anak usia 1 - 3 tahun sangat rentan
terhadap penyakit gizi. Mereka boleh diajari makan sendiri, dengan cara
mencicipi makanan yang lunak, tidak pedas dan tidak merangsang.[1] Pemberian makanan manis pada anak usia dini tidak
boleh terlalu banyak supaya tidak terjadi karies (gigi berlubang), oleh karena
itu anak perlu belajar menggosok gigi. Pada usia 4 - 6 tahun kebutuhan nutrient
anak relatif kurang, sebab anak sudah bisa memilih makanan sendiri, untuk itu
pengertian tentang nilai tentang gizi boleh diajarkan. Kesehatan
dan gizi anak sangat penting untuk diperhatikan sejak dini mulai dari dalam
kandungan. Kesehatan dan gizi itu sangat mempengaruhi pertumbuhan dan
perkembangan anak. Anak yang mendapat gizi yang seimbang dan sehat akan tumbuh
menjadi manusia yang berkualitas. Sejak anak masih dalam kandungan kesehatan
dan gizi perlu diperhatikan, melalui ibunya. Cara mengusahakannya, antara lain
dengan memberikan kebiasaan untuk berdisiplin.[2]
Potensi anak
dapat dikembangkan jika anak sehat secara fisik maupun mentalnya. Perawatan
kesehatan pada anak usia dini dapat diawali dari pemberian makanan yang sehat
dan menjaga kebersihan. Pemberian makanan yang sehat dapat menjaga kesehatan,
mendidik anak untuk menanamkan kebiasaan hidup sehat. Makanan yang diberikan
kepada anak harus sesuai dengan kebutuhan gizi dan kebutuhan anak. Anak yang
alergi terhadap makanan tertentu berikan makanan pengganti untuk memenuhi
kebutuhan nutrisinya. Pengembangan potensi anak secara menyeluruh dapat
dilakukan melalui stimulasi yang cukup. Stimulasi dini perlu dilakukan sejak
bayi lahir, bahkan sejak dalam kandungan. Rangsangan dilakukan setiap hari pada
semua sistem indra, gerak kasar dan halus, mengajak berkomunikasi, serta
merangsang perasaan yang menyenangkan, serta pikiran bayi dan Balita. Stimulasi
sebaiknya dilakukan terus-menerus saat berinteraksi dengan bayi atau Balita dan
dilakukan dalam suasana menyenangkan dan penuh kasih sayang. kehidupan, pertumbuhan
dan fungsi normal dari organ-organ, serta menghasilkan energi.
Tidak satu pun
jenis makanan yang mengandung semua zat gizi, yang mampu membuat seseorang
untuk hidup sehat, tumbuh kembang dan produktif. Oleh karena itu, setiap orang
perlu mengkonsumsi anekaragam makanan; kecuali bayi umur 0-4 bulan yang cukup
mengkonsumsi Air Susu Ibu (ASI) saja. Bagi bayi 0-4 bulan, ASI adalah
satu-satunya makanan tunggal yang penting dalam proses tumbuh kembang dirinya
secara wajar dan sehat.[3]
Makan makanan yang beranekaragam sangat bermanfaat bagi kesehatan.
Makanan yang beraneka ragam yaitu makanan yang mengandung unsur-unsur zat gizi
yang diperlukan tubuh baik kualitas maupun kuantintasnya, dalam pelajaran ilmu
gizi biasa disebut triguna makanan yaitu, makanan yang mengandung zat
tenaga, pembangun dan zat pengatur. Apabila terjadi kekurangan atas kelengkapan
salah satu zat gizi tertentu pada satu jenis makanan, akan dilengkapi oleh zat
gizi serupa dari makanan yang lain. Jadi makan makanan yang beraneka ragam akan
menjamin terpenuhinya kecukupan sumber zat tenaga, zat pembangun dan zat
pengatur. Makanan sumber zat tenaga antara lain: beras, jagung, gandum, ubi
kayu, ubi jalar, kentang, sagu, roti dan mi. Minyak, margarin dan santan yang
mengandung lemak juga dapat menghasilkan tenaga. Makanan sumber zat tenaga
menunjang aktivitas sehari-hari. Makanan sumber zat pembangun yang berasal dari
bahan makanan nabati adalah kacang-kacangan, tempe, tahu. Sedangkan yang
berasal dari hewan adalah telur, ikan, ayam, daging, susu serta hasil olahan,
seperti keju. Zat pembangun berperan sangat penting untuk pertumbuhan dan
perkembangan kecerdasan seseorang. Makanan sumber zat pengatur adalah semua
sayur-sayuran dan buah-buahan. Makanan ini mengandung berbagai vitamin dan
mineral, yang berperan untuk melancarkan bekerjanya fungsi organ-organ tubuh.
B. Bahan Makanan Gizi Untuk Anak Usia
Dini
1.
Menu Menurut Waktu Makan anak
Dalam penyusunan menu makanan atau
hidangan menurut waktu makan perlu diketahui beberapa hal yaitu: menu makan
pagi, biasanya dipilih hidangan yang cepat dan mudah dalam persiapan, penyajian
dan dimakan sehingga akan membantu para bunda dalam penyiapannya. Contoh yang
menu makanan sederhana:
a.
Nasi putih dengan sambal goreng, tempe
goreng dengan sayur
b.
Menu bubur kacang hijau dengan susu cair
ataupun pisang[4]
Menu makan siang dan makan malam umumnya
dibuat sama, atau diganti satu atau dua hidangan, maupun disusun. Hal yang
perlu diperhatikan yaitu kandungan gizinya lengkap sesuai kebutuhan keluarga.
Umumnya semua bahan makanan yang termasuk empat sehat tercantum di dalamnya:
bahan makanan pemberi tenaga seperti nasi, kentang, singkong, bahan makanan pemberi
zat pembangun, yaitu lauk pauk, ikan, telur ayam, bahan makanan pemberi vitamin
dan mineral yaitu sayuran dan buah-buahan.
Disamping makan pagi, siang, dan malam
juga dapat diadakan makanan selingan. Makanan selingan berguna sebagai penambah
zat gizi, terutama kalori maupun zat gizi lainnya yang kurang diperoleh pada
waktu makan yang ada. Makanan selingan biasanya diberikan antara makan pagi dan
siang, sekitar pukul 9-10 wib dan sore hari antara waktu makan siang dan malam
sekitar pukul 4-5 wib. Contoh makan selingan adalah pisang goreng, berbagai
bubur seperti kacang hijau, kue-kue basah seperti onde-onde, kue lapis, roti
bakar, selai pisang dan menu yang lainnya.
2.
Bahan-bahan menu makanan sehat anak PAUD.
Bahan makanan adalah sesuatu yang dibeli,
dimasak, dan disajikan sebagai hidangan untuk dikonsumsi. Hidangan yang
dikonsumsi bukan hanya terdiri dari satu hidangan, tetapi dapat lebih dari satu
yang bila dihidangkan bersama haruslah merupakan kombinasi yang saling
melengkapi kebutuhan manusia. Satu hidangan terdiri dari beberapa bahan makanan
yang masing-masing bahan makanan mengandung beberapa jenis zat gizi yang dapat
melengkapi satu sama lainnya.
Bahan makan disebut juga bahan pangan,
dapat diperoleh dalam berbagai sumber dan bentuk. Ada bahan makanan yang
disebut sayuran, daging, dan buah. Berbagai jenis bahan makanan yang terdiri
empat kelompok:
a.
Bahan makanan pokok
Bahan makanan pokok merupakan bahan
makanan yang memegang peranan penting. Bahan makanan pokok dapat dikenal dari
makanan yang dihidangkan pada waktu makan pagi, siang dan malam. Bahan makanan
pokok merupakan energy (kalori) dan mengandung banyak karbohidrat.
b.
Bahan makanan lauk pauk
Bahan makanan lauk pauk berfungsi sumber
zat gizi protein dalam menu makanan sehari-hari. Sumbernya, dikenal bahan
makanan berasal dari hewan (daging dan ikan) dan tumbuhan(kacang-kacangan).
c.
Bahan makanan sayur mayur
Bahan makanan sayur mayor merupakan
pemberi serat dalam hidangan serta pembasah karena umumnya dimasak berkuah.
Sayur mayur merupakan sumber vitamin dan mineral. Contoh: sayur bayam,
kangkung, wortel dan lain-lain.
d.
Bahan makanan buah-buahan
Buah-buahan merupakan santapan terakhir
dalam suatu acara makan atau dimakan kapan saja. Buah-buahan merupakan sumber
vitamin bagi manusia. Ada jenis beberapa buah yang juga memberi kalori yang
cukup tinggi seperti lemak yang terkandung dalam advokat atupun karbohidrat
yang terdapat pada durian.
3.
Proses Pengolahan Menu Makanan anak PAUD
Seorang pengelola makan, baik keluarga
maupun masyarakat, perlu mengetahui bahwa proses pengolahan makanan dapat
meningkatkan mutu makanan yang dikonsumsi misalnya lebih baik dan mudah
dicerna. Akan tetapi pengolahan menu makanan yang salah dapat juga menimbulkan
merugikan yaitu bahwa selama proses pengolahan beberapa zat gizi yang ada pada
bahan makanan dapat rusak atau hilang. Oleh sebab itu, perlu diperhatikan
tahap-tahap dalam proses penyiapan makanan yaitu penyiangan bahan makanan,
pencucian, pemotongan, dan pengolahan atau pemasakan dengan proses pemanasan
sebagai berikut:
a. Pencucian
dan penyiangan bahan makanan
Pencucian bahan makanan perlu dilakukan
karena ada bahan makanan yang berasal dari dalam tanah sehigga membawa kotoran.
Proses pencucian sebaiknya dilakukan sebelum pemotongan, dengan menggunakan air
bersih yang mengalir. Begitu pula pada bahan makanan nabati perlu dibersihkan
misalnya kulit, batang yang keras, biji yang tidak termakan, serat yang keras,
dan bagian yang busuk atau rusak dimakan binatang. Begitupun dengan hewan yang
di siangi seperti ikan.
b. Pemotongan
Bahan Makanan
Pemotongan bahan makanan bertujuan untuk
memudahkan makanan masuk ke dalam mulut dan mengunyah, terutama bahan makanan
yang agak keras dan liat. Makanan unuk manusia lanjut usia (manula) perlu lebih
diperkecil potongannya bahkan kalau perlu dihaluskan. Pada proses pemotongan
atau penghalusan bahan makanan ini, zat-zat gizi mudah hilang atau rusak karena
zat-zat gizi dalam sel utuh masih terlindung. Namun bila sel-sel tersebut rusak
karena terpotong, perlindungan itu akan hilang dan berakibat zat-zat gizi
keluar dari sel. Dalam keadaan ini bahan makanan mudah terkena udara yang
mengandung oksigen dan dapat merusak zat-zat tersebut(terjadi oksidasi). Zat
gizi yang rusak oleh oksidasi udara luar adalah thiamin dan vitamin A atau
provitaminnya.
Disamping itu, enzim yang dapat memecah
zat gizi juga dapat bekerja sehingga mempercepat pembusukan. Maka sebaiknya
bahan makanan dipotong atau dihaluskan dengan jarak waktu dekat pada saat
pengolahannya. Setelah pemotongan dapat diberi bumbu untuk memperlambat
pembusukan dan menambah rasa bahan makanan.
c. Proses
Pengolahan menu makanan
Pengolahan dilakukan dengan mempergunakan
panas, baik panas langsung seperti membakar sate, maupun panas tidak langsung
yaitu menggunakan bahan perantara seperti menggoreng, merebus. Panas mengubah
sifat-sifat kimia makanan yang berakibat lebih lanjut pada sifat-sifat nya.
d. Pengaruh
pengolahan pada makanan
Beberapa
kemungkinan pengaruh- pengaruh yang terjadi adalah:
1)
Pecahnya dinding sel
Zat-zat gizi berada dalam sel bahan
makanan, terlindung dari hal-hal luar yang dapat merusaknya atau mengganggunya.
Pemanasan meninggikan sifat dap cerna atau digestibilitas makanan terutama
bahan makanan nabati.
2)
Melemahkan dan mematikan mikroba jahat
Berbagai mikroba terdapat didalam bahan
makanan, ada yang tahan panas dan ada yang tidak. Pemanasan dalam pengolahan
makanan dapat meningkatkan keamanan makanan bagi kesehatan.
3)
Mengubah berbagai zat gizi secara positif dan negative
Beberapa bahan makanan memiliki struktur
yang tertutup yaitu berada dalam suatu kantung, misalnya karbohidrat dari
nabati. Pemansan mengembangkan kantung ini pecah oleh enzim-enzim dalam cairan
pencernaan tubuh. Pengaruh negatifnya, merusak sifat bahan makanan sehingga
menjadi sukar atau tidak dapat dicerna oleh tubuh. Contoh: karbohidrat berubah
menjdi arang oleh pemanasan tinggi secara langsung pada teknik pengolahan
dibakar.
4)
Pemanasan yang terlalu tinggi dapat menimbulkan zat
karsinogenic
Pada bahan makanan nabati maupun hewani
yang diolah dengan panas tinggi sehingga menjadi hangus, dapat terbentuk
ikatan-ikatan yang bersifat carcinogenic yaitu merangsang terjadinya kanker.
5)
Panas dapat menghilangkan zat-zat toksik
Beberapa bahan makanan nabati maupun
hewani mengandung zat toksik atau racun alami. Panas dapat menetralkan pengaruh
zat-zat toksik ini. Misalnya, dalam daging ikan tertentu terdapat enzim yang
dapat merusak zat gizi, dengan pemanasan tertentu dan waktu tertentu, pengaruh
tersebut dapat dihilangkan.
Pemilihan bahan makanan dan cara
pengolahan menu makanan yang benar akan membuat menu makanan sehat dapat
diserap oleh tubuh dengan baik. Efeknya adalah pertumbuhan anak-anak usia
PAUD ataupun TK dapat berkembang dengan baik. Minimal dengan kecukupan gizi
yang cukup akan memberikan tubuh yang ideal bagi anak.
Para orang tua sebaiknya memperhatikan
dengan baik tentang menu makanan untuk anak PAUD maupun TK. Meskipun
biasanya para pengelola TK ataupun PAUD menyediakan beberapa menu makanan sehat
untuk para peserta didiknya. Dalam menu makanan yang sehat akan menunjang
proses belajar anak terutama di sekolah.
C. Zat Gizi Untuk Anak Usia Dini
Status gizi adalah Ekspresi
dari keadaan keseimbangan dalam bentuk variabel tertentu, atau perwujudan dari
nutriture dalam bentuk variabel tertentu, contoh gondok endemik merupakan
keadaaan tidak seimbangnya pemasukan dan pengeluaran yodium dalam tubuh. Macam-macam
penilaian status gizi penilaian status gizi secara langsung. Penilaian status
gizi secara langsung dapat dibagi menjadi empat penilaian yaitu antropometri,
klinis, biokimia dan biofisik.
1.
Antropometri
a.
Pengertian
Secara umum antropometri artinya ukuran tubuh manusia.
Ditinjau dari sudut pandang gizi, maka antropometri gizi berhubungan dengan
berbagai macam pengukuran dimensi tubuh dan komposisi tubuh dari berbagai
tingkat umur dan tingkat gizi.[5]
b.
Penggunaan
Antropometri secara
umum digunakan untuk melihat ketidakseimbangan asupan protein dan energi.
Ketidakseimbangan ini terlihat pada pola pertumbuhan fisik dan proporsi
jaringan tubuh seperti lemak, otot dan jumlah air dalam tubuh.
c.
Indeks Massa Tubuh (IMT) atau Body Mass Index (BMI)
Salah satu contoh penilaian ststus gizi dengan antropometri adalah Indeks
Massa Tubuh. Indeks Massa Tubuh (IMT) atau Body Mass Index (BMI) merupakan alat
atau cara yang sederhana untuk memantau status gizi orang dewasa, khususnya
yang berkaitan dengan kekurangan dan kelebihan berat badan. Berat badan kurang
dapat meningkatkan resiko terhadap penyakit infeksi, sedangkan berat badan
lebih akan meningkatkan resiko terhadap penyakit degeneratif. Oleh karena itu,
mempertahankan berat badan normal memungkinkan seseorang dapat mencapai usia
harapan hidup yang lebih panjang.
2. Klinis
a. Pengertian
Pemeriksaan klinis adalah metode yang sangat penting untuk menilai status
gizi masyarakat. Metode ini didasarkan atas perubahan-perubahan yang terjadi
yang dihubungkan dengan ketidakcukupan zat gizi. Hal ini dapat dilihat pada
jaringan epitel (supervicial epithelial tissues) seperti kulit, mata, rambut
dan mukosa oral atau pada organ-organ yang dekat dengan permukaan tubuh seperti
kelenjar tiroid.
b. Penggunaan
Penggunaan metode ini umumnya untuk survei klinis secara cepat (rapid
clinical surveys). Survei ini dirancang untuk mendeteksi secara cepat
tanda-tanda klinis umum dari kekurangan salah satu atau lebih zat gizi. Di
samping itu digunakan untuk mengetahui tingkat status gizi seseorang dengan
melakukan pemeriksaan fifik yaitu tanda (sign) dan gejala (Symptom) atau
riwayat penyakit.
3. Biokimia
a. Pengertian
Penilaian status gizi dengan biokimia adalah
pemeriksaan spesimen yang diuji secara laboratoris yang dilakukan pada berbagai
macam jaringan tubuh. Jaringan tubuh yang digunakan antara lain : darah, urine,
tinja dan juga beberapa jaringan tubuh seperti hati dan otot.
b. Penggunaan
Metode ini digunakan untuk suata peringatan bahwa
kemungkinan akan terjadi keadaan malnutrisi yang lebih parah lagi. Banyak
gejala klinis yang kurang spesifik, maka penentuan kimia faali dapat lebih
banyak menolong untuk menentukan kekurangan gizi yang spesifik.
4. Biofisik
a. Pengertian
Penentuan status gizi secara biofisik adalah metode penentuan status
gizi dengan melihat kemampuan fungsi (khususnya jaringan) dan melihat perubahan
struktur dari jaringan.
b. Penggunaan
Umumnya dapat digunaakan dalam situasi tertentu seperti kejadian buta
senja epidemik (epidemic of night blindnes). Cara yang digunakan adalah tes adaptasi gelap.
D. Penyusunan Menu Makan Anak Usia
Dini
Susunan
hidangan makanan sehat di Indonesia adalah empat sehat lima sempurna. Makanan
yang dikatakan empat sehat lima sempurna adalah makanan yang mengandung
karbohidrat, protein, vitamin. Paling tidak, dalam sehari kita perlu
memperhatikan makanan yang mengandung makanan empat sehat lima sempurna,
seperti nasi, sayuran, daging/ikan, buah-buahan, dan bisa ditambahkan dengan
susu. Diusahakan pengolahan sayur jangan terlalu lama supaya tidak
menghilangkan kadar vitaminnya.
1.
Syarat Penyusunan Menu AUD
a.
Memenuhi kecukupan energi dan semua zat
gizi yang sesuai dengan kebutuhan anak (umur, aktifitas fisik, jenis kelamin).
b.
Susunan hidangan disesuaikan dengan pola
menu, bahan makanan yang tersedia dan selera makan anak terhadap makanan.
c.
Bentuk dan porsi makan disesuaikan dengan
daya terima anak (toleransi dan kemampuan faal anak).[6]
d.
Memperhatikan kebersihan pribadi dan
lingkungan.
2. Hal
Yang Harus Diperhatikan Dalam Penyusunan Menu
a. Memperhatikan
kombinasi rasa, warna, potongan, dan kering/basah.
b. Memperhaikan
variasi teknik pengolahan.
3. Syarat
Makanan Anak
a. Mengandung
semua jenis zat gizi yang dibutuhkan anak,
b. Higienis
dan tidak membahayakan anak,
c. Mudah
dan praktis (tidak ada duri/tulang),
d. Porsi
makan tidak terlalu besar,
e. Makan
cukup basah karena berkuah,
f.
Potongan makanan atau
ukuran makan cukup kecil sehingga mudah masuk mulut dan dikunyah,
g. Tidak
pedas atau berbumbu tajam/asam,
h. Bersih,
rapi, dan menarik dari segi warna dan bentuk,
i.
Cukup bervariasi bahan
dan jenis hidangan,
j.
Gunakan alat makan yang
sesuai ukuran anak dan tidak berbahaya (mudah pecah atau tajam, mengandung
bahan beracun melamin), mudah dibersihkan dan disimpan dengan baik.
4. Jenis
Menu Dalam Sehari
a. Menu
makan pagi
b. Selingan
pagi
c. Menu
makan siang
d. Menu
makan malam
e. Selingan
sore
5. Selingan
Selingan
berfungsi untuk menambah zat gizi yang kurang diperoleh pada saat makan utama.
Jumlah kalori dalam selingan adalah 150-200 kkal. Selingan tidak bisa
menggantikan waktu makan pagi atau siang/malam karena jumlah kalori yang
rendah, biasanya diberikan pagi (selingan pagi) pukul 09.00-10.00 dan sore
(selingan sore) pukul 16.00-17.00.
BAB III
PENUTUP
A.
Kesimpulan
Makanan bergizi merupakan makanan yang harus dikonsumsi oleh anak usia
dini. Semua dilakukan karena salah satu faktor yang mempengaruhi pertumbuhan
dan kecerdasan anak tidak hanya dari pendidikan saja, tapi juga dari faktor makanan
bergizi. Makanan bergizi tidak dapat diberikan secara sembarangan makanan. Penentuan
makanan bergizi juga terdapat beberapa bahan makanan. Selian itu gizi juga
harus dipertimbangkan agar anak tidak terdampak penyakit atau obesitas. Tidak hanya
dalam penakaran gizi tapi dalam segi penyusunan menu makan juga harus dilakukan
agar dapat diberikan dengan seimbang kepada anak.
B.
Saran
Sebaiknya
pembelajaran tentang gizi anak diberikan oleh seorang guru. Sejak usia dini
anak sudah dikenalkan dengan mengenal makanan bergizi hal itu menjadikan kemudahan
bagi anak kedepannya dalam menentukan makanan bergizi. Selain itu selaku orang
tua juga harus memperhatikan makanan yang dikonsumsi seorang anak. Semua itu
lakukan agar tumbuh kembang dan kecerdasan anak juga meningkat.
DAFTAR
PUSTAKA
Almatsier,
S. 2001. Prinsip Dasar Ilmu Gizi. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.
Anonim. 2012. Penyusunan Menu Makanan
Anak Usia Dini. Yogyakarta: Universitas Negri Yogyakarta.
Francin,
P. 2005. Gizi Dalam Kesehatan Reproduksi. Jakarta: EGC.
Moehji, S.
1982. Ilmu Gizi. Jilid I. Jakarta: Bhatara Karya Pustaka.
Supariasa, I. 2002. Penilaian Status Gizi. Jakarta:
EGC.
https://www.al-maghribicendekia.com/2014/07/menu-makanan-sehat-anak-paud.html?m=1
[1] S. Almatsier, Prinsip
Dasar Ilmu Gizi, (Jakarta: Gramedia Pustaka Utama, 2001), hlm.14.
[2] Anonim, Penyusunan
Menu Makanan Anak Usia Dini, (Yogyakarta: Universitas Negri Yogyakarta,
2012), hlm.14
[3] P Francin, Gizi Dalam
Kesehatan Reproduksi, (Jakarta: EGC, 2005), hlm.34.
[4]https://www.al-maghribicendekia.com/2014/07/menu-makanan-sehat-anak-paud.html?m=1
diakses pada tanggal 18-3-2021 pukul 11.56.
[5] I Supariasa, Penilaian
Status Gizi, (Jakarta: EGC, 2002), hlm.13.
[6] S Moehji, Ilmu Gizi.
Jilid I, (Jakarta: Bhatara Karya Pustaka, 1982), hlm.56.

0 Komentar