BAB I

PENDAHULUAN

A.   Latar Belakang

Pekembangan anak usia dini merupakan salah bagian terpenting yang turut dipengaruhi oleh makanan. Pentingnya makanan bergizi bagi anak usia dini juga menjadi faktor yang mempengaruhi pertumbuhan dan kecerdasan anak. Memberikan pembelajaran tentang makanan bergirizi tidak hanya dapat diperankan oleh orang tua. Melainkan seorang guru juga memiliki peran tersebut, sehingga sebagai anak usia dini akan selalu terawasi dan selalu diingatkan akan makanan yang bergizi.

Makanan bergizi tidak hanya dapat ditentukan dengan mudah hal itu dilakukan karena adanya aturan yang berlaku agar tidak terhindar dari penyakit. Mengetahui pentinya makanan bergizi bagi anak usia dini. Kali ini akan dibahas mengenai Pendidikan gizi dan makanan sehat untuk anak.

B.   Rumusan Masalah

  1. Bagaimana Pendidikan gizi untuk anak?
  2. Apa saja bahan makanan gizi untuk anak usia dini?
  3. Bagaimana zat gizi untuk anak usia dini?
  4. Bagaimana penyusunan menu makan anak usia dini?

C.   Tujuan

  1. Mengetahui Pendidikan gizi untuk anak.
  2. Mengetahui bahan makanan gizi untuk anak usia dini.
  3. Mengetahui zat gizi untuk anak usia dini.
  4. Mengetahui penyusunan menu makan anak usia dini.

 


BAB II

PEMBAHASAN

A.      Pendidikan Gizi Untuk Anak

Gizi dan kesehatan adalah suatu proses organisme menggunakan makanan yang dikonsumsi secara normal melalui proses digesti, absobsi, transportasi, penyimpanan. Kesehatan dan gizi dapat diartikan sebagai suatu hal yang mendatangkan sehat atau kebaikan dengan diberikan zat makanan yang dibutuhkan tubuh. Dalam memberikan makanan bayi ASI merupakan makanan utama, sedang lainnya sebagai makanan pelengkap. Anak usia 1 - 3 tahun sangat rentan terhadap penyakit gizi. Mereka boleh diajari makan sendiri, dengan cara mencicipi makanan yang lunak, tidak pedas dan tidak merangsang.[1] Pemberian makanan manis pada anak usia dini tidak boleh terlalu banyak supaya tidak terjadi karies (gigi berlubang), oleh karena itu anak perlu belajar menggosok gigi. Pada usia 4 - 6 tahun kebutuhan nutrient anak relatif kurang, sebab anak sudah bisa memilih makanan sendiri, untuk itu pengertian tentang nilai tentang gizi boleh diajarkan.   Kesehatan dan gizi anak sangat penting untuk diperhatikan sejak dini mulai dari dalam kandungan. Kesehatan dan gizi itu sangat mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan anak. Anak yang mendapat gizi yang seimbang dan sehat akan tumbuh menjadi manusia yang berkualitas. Sejak anak masih dalam kandungan kesehatan dan gizi perlu diperhatikan, melalui ibunya. Cara mengusahakannya, antara lain dengan memberikan kebiasaan untuk berdisiplin.[2]

Potensi anak dapat dikembangkan jika anak sehat secara fisik maupun mentalnya. Perawatan kesehatan pada anak usia dini dapat diawali dari pemberian makanan yang sehat dan menjaga kebersihan. Pemberian makanan yang sehat dapat menjaga kesehatan, mendidik anak untuk menanamkan kebiasaan hidup sehat. Makanan yang diberikan kepada anak harus sesuai dengan kebutuhan gizi dan kebutuhan anak. Anak yang alergi terhadap makanan tertentu berikan makanan pengganti untuk memenuhi kebutuhan nutrisinya. Pengembangan potensi anak secara menyeluruh dapat dilakukan melalui stimulasi yang cukup. Stimulasi dini perlu dilakukan sejak bayi lahir, bahkan sejak dalam kandungan. Rangsangan dilakukan setiap hari pada semua sistem indra, gerak kasar dan halus, mengajak berkomunikasi, serta merangsang perasaan yang menyenangkan, serta pikiran bayi dan Balita. Stimulasi sebaiknya dilakukan terus-menerus saat berinteraksi dengan bayi atau Balita dan dilakukan dalam suasana menyenangkan dan penuh kasih sayang. kehidupan, pertumbuhan dan fungsi normal dari organ-organ, serta menghasilkan energi.

Tidak satu pun jenis makanan yang mengandung semua zat gizi, yang mampu membuat seseorang untuk hidup sehat, tumbuh kembang dan produktif. Oleh karena itu, setiap orang perlu mengkonsumsi anekaragam makanan; kecuali bayi umur 0-4 bulan yang cukup mengkonsumsi Air Susu Ibu (ASI) saja. Bagi bayi 0-4 bulan, ASI adalah satu-satunya makanan tunggal yang penting dalam proses tumbuh kembang dirinya secara wajar dan sehat.[3]

Makan makanan yang beranekaragam sangat bermanfaat bagi kesehatan. Makanan yang beraneka ragam yaitu makanan yang mengandung unsur-unsur zat gizi yang diperlukan tubuh baik kualitas maupun kuantintasnya, dalam pelajaran ilmu gizi biasa disebut triguna makanan yaitu, makanan yang mengandung zat tenaga, pembangun dan zat pengatur. Apabila terjadi kekurangan atas kelengkapan salah satu zat gizi tertentu pada satu jenis makanan, akan dilengkapi oleh zat gizi serupa dari makanan yang lain. Jadi makan makanan yang beraneka ragam akan menjamin terpenuhinya kecukupan sumber zat tenaga, zat pembangun dan zat pengatur. Makanan sumber zat tenaga antara lain: beras, jagung, gandum, ubi kayu, ubi jalar, kentang, sagu, roti dan mi. Minyak, margarin dan santan yang mengandung lemak juga dapat menghasilkan tenaga. Makanan sumber zat tenaga menunjang aktivitas sehari-hari. Makanan sumber zat pembangun yang berasal dari bahan makanan nabati adalah kacang-kacangan, tempe, tahu. Sedangkan yang berasal dari hewan adalah telur, ikan, ayam, daging, susu serta hasil olahan, seperti keju. Zat pembangun berperan sangat penting untuk pertumbuhan dan perkembangan kecerdasan seseorang. Makanan sumber zat pengatur adalah semua sayur-sayuran dan buah-buahan. Makanan ini mengandung berbagai vitamin dan mineral, yang berperan untuk melancarkan bekerjanya fungsi organ-organ tubuh.

B.       Bahan Makanan Gizi Untuk Anak Usia Dini

1.      Menu Menurut Waktu Makan anak

Dalam penyusunan menu makanan atau hidangan menurut waktu makan perlu diketahui beberapa hal yaitu: menu makan pagi, biasanya dipilih hidangan yang cepat dan mudah dalam persiapan, penyajian dan dimakan sehingga akan membantu para bunda dalam penyiapannya. Contoh yang menu makanan sederhana:

a.       Nasi putih dengan sambal goreng, tempe goreng dengan sayur

b.      Menu bubur kacang hijau dengan susu cair ataupun pisang[4]

Menu makan siang dan makan malam umumnya dibuat sama, atau diganti satu atau dua hidangan, maupun disusun. Hal yang perlu diperhatikan yaitu kandungan gizinya lengkap sesuai kebutuhan keluarga. Umumnya semua bahan makanan yang termasuk empat sehat tercantum di dalamnya: bahan makanan pemberi tenaga seperti nasi, kentang, singkong, bahan makanan pemberi zat pembangun, yaitu lauk pauk, ikan, telur ayam, bahan makanan pemberi vitamin dan mineral yaitu sayuran dan buah-buahan.

Disamping makan pagi, siang, dan malam juga dapat diadakan makanan selingan. Makanan selingan berguna sebagai penambah zat gizi, terutama kalori maupun zat gizi lainnya yang kurang diperoleh pada waktu makan yang ada. Makanan selingan biasanya diberikan antara makan pagi dan siang, sekitar pukul 9-10 wib dan sore hari antara waktu makan siang dan malam sekitar pukul 4-5 wib. Contoh makan selingan adalah pisang goreng, berbagai bubur seperti kacang hijau, kue-kue basah seperti onde-onde, kue lapis, roti bakar, selai pisang dan menu yang lainnya.

2.      Bahan-bahan menu makanan sehat anak PAUD.

Bahan makanan adalah sesuatu yang dibeli, dimasak, dan disajikan sebagai hidangan untuk dikonsumsi. Hidangan yang dikonsumsi bukan hanya terdiri dari satu hidangan, tetapi dapat lebih dari satu yang bila dihidangkan bersama haruslah merupakan kombinasi yang saling melengkapi kebutuhan manusia. Satu hidangan terdiri dari beberapa bahan makanan yang masing-masing bahan makanan mengandung beberapa jenis zat gizi yang dapat melengkapi satu sama lainnya.

Bahan makan disebut juga bahan pangan, dapat diperoleh dalam berbagai sumber dan bentuk. Ada bahan makanan yang disebut sayuran, daging, dan buah. Berbagai jenis bahan makanan yang terdiri empat kelompok:

a.         Bahan makanan pokok

Bahan makanan pokok merupakan bahan makanan yang memegang peranan penting. Bahan makanan pokok dapat dikenal dari makanan yang dihidangkan pada waktu makan pagi, siang dan malam. Bahan makanan pokok merupakan energy (kalori) dan mengandung banyak karbohidrat.

b.         Bahan makanan lauk pauk

Bahan makanan lauk pauk berfungsi sumber zat gizi protein dalam menu makanan sehari-hari. Sumbernya, dikenal bahan makanan berasal dari hewan (daging dan ikan) dan tumbuhan(kacang-kacangan).

c.         Bahan makanan sayur mayur

Bahan makanan sayur mayor merupakan pemberi serat dalam hidangan serta pembasah karena umumnya dimasak berkuah. Sayur mayur merupakan sumber vitamin dan mineral. Contoh: sayur bayam, kangkung, wortel dan lain-lain.

d.         Bahan makanan buah-buahan

Buah-buahan merupakan santapan terakhir dalam suatu acara makan atau dimakan kapan saja. Buah-buahan merupakan sumber vitamin bagi manusia. Ada jenis beberapa buah yang juga memberi kalori yang cukup tinggi seperti lemak yang terkandung dalam advokat atupun karbohidrat yang terdapat pada durian.

3.      Proses Pengolahan Menu Makanan anak PAUD

Seorang pengelola makan, baik keluarga maupun masyarakat, perlu mengetahui bahwa proses pengolahan makanan dapat meningkatkan mutu makanan yang dikonsumsi misalnya lebih baik dan mudah dicerna. Akan tetapi pengolahan menu makanan yang salah dapat juga menimbulkan merugikan yaitu bahwa selama proses pengolahan beberapa zat gizi yang ada pada bahan makanan dapat rusak atau hilang. Oleh sebab itu, perlu diperhatikan tahap-tahap dalam proses penyiapan makanan yaitu penyiangan bahan makanan, pencucian, pemotongan, dan pengolahan atau pemasakan dengan proses pemanasan sebagai berikut:

a.    Pencucian dan penyiangan bahan makanan

Pencucian bahan makanan perlu dilakukan karena ada bahan makanan yang berasal dari dalam tanah sehigga membawa kotoran. Proses pencucian sebaiknya dilakukan sebelum pemotongan, dengan menggunakan air bersih yang mengalir. Begitu pula pada bahan makanan nabati perlu dibersihkan misalnya kulit, batang yang keras, biji yang tidak termakan, serat yang keras, dan bagian yang busuk atau rusak dimakan binatang. Begitupun dengan hewan yang di siangi seperti ikan.

b.    Pemotongan Bahan Makanan

Pemotongan bahan makanan bertujuan untuk memudahkan makanan masuk ke dalam mulut dan mengunyah, terutama bahan makanan yang agak keras dan liat. Makanan unuk manusia lanjut usia (manula) perlu lebih diperkecil potongannya bahkan kalau perlu dihaluskan. Pada proses pemotongan atau penghalusan bahan makanan ini, zat-zat gizi mudah hilang atau rusak karena zat-zat gizi dalam sel utuh masih terlindung. Namun bila sel-sel tersebut rusak karena terpotong, perlindungan itu akan hilang dan berakibat zat-zat gizi keluar dari sel. Dalam keadaan ini bahan makanan mudah terkena udara yang mengandung oksigen dan dapat merusak zat-zat tersebut(terjadi oksidasi). Zat gizi yang rusak oleh oksidasi udara luar adalah thiamin dan vitamin A atau provitaminnya.

Disamping itu, enzim yang dapat memecah zat gizi juga dapat bekerja sehingga mempercepat pembusukan. Maka sebaiknya bahan makanan dipotong atau dihaluskan dengan jarak waktu dekat pada saat pengolahannya. Setelah pemotongan dapat diberi bumbu untuk memperlambat pembusukan dan menambah rasa bahan makanan.

c.    Proses Pengolahan menu makanan

Pengolahan dilakukan dengan mempergunakan panas, baik panas langsung seperti membakar sate, maupun panas tidak langsung yaitu menggunakan bahan perantara seperti menggoreng, merebus. Panas mengubah sifat-sifat kimia makanan yang berakibat lebih lanjut pada sifat-sifat nya.

d.    Pengaruh pengolahan pada makanan

Beberapa kemungkinan pengaruh- pengaruh yang terjadi adalah:

1)   Pecahnya dinding sel

Zat-zat gizi berada dalam sel bahan makanan, terlindung dari hal-hal luar yang dapat merusaknya atau mengganggunya. Pemanasan meninggikan sifat dap cerna atau digestibilitas makanan terutama bahan makanan nabati.

2)   Melemahkan dan mematikan mikroba jahat

Berbagai mikroba terdapat didalam bahan makanan, ada yang tahan panas dan ada yang tidak. Pemanasan dalam pengolahan makanan dapat meningkatkan keamanan makanan bagi kesehatan.

3)   Mengubah berbagai zat gizi secara positif dan negative

Beberapa bahan makanan memiliki struktur yang tertutup yaitu berada dalam suatu kantung, misalnya karbohidrat dari nabati. Pemansan mengembangkan kantung ini pecah oleh enzim-enzim dalam cairan pencernaan tubuh. Pengaruh negatifnya, merusak sifat bahan makanan sehingga menjadi sukar atau tidak dapat dicerna oleh tubuh. Contoh: karbohidrat berubah menjdi arang oleh pemanasan tinggi secara langsung pada teknik pengolahan dibakar.

4)   Pemanasan yang terlalu tinggi dapat menimbulkan zat karsinogenic

Pada bahan makanan nabati maupun hewani yang diolah dengan panas tinggi sehingga menjadi hangus, dapat terbentuk ikatan-ikatan yang bersifat carcinogenic yaitu merangsang terjadinya kanker.

5)   Panas dapat menghilangkan zat-zat toksik

Beberapa bahan makanan nabati maupun hewani mengandung zat toksik atau racun alami. Panas dapat menetralkan pengaruh zat-zat toksik ini. Misalnya, dalam daging ikan tertentu terdapat enzim yang dapat merusak zat gizi, dengan pemanasan tertentu dan waktu tertentu, pengaruh tersebut dapat dihilangkan.

Pemilihan bahan makanan dan cara pengolahan menu makanan yang benar akan membuat menu makanan sehat dapat diserap oleh tubuh dengan baik.  Efeknya adalah pertumbuhan anak-anak usia PAUD ataupun TK dapat berkembang dengan baik. Minimal dengan kecukupan gizi yang cukup akan memberikan tubuh yang ideal bagi anak.

Para orang tua sebaiknya memperhatikan dengan baik tentang menu makanan untuk anak PAUD maupun TK.  Meskipun biasanya para pengelola TK ataupun PAUD menyediakan beberapa menu makanan sehat untuk para peserta didiknya.  Dalam menu makanan yang sehat akan menunjang proses belajar anak terutama di sekolah.

 

C.      Zat Gizi Untuk Anak Usia Dini

Status gizi adalah Ekspresi dari keadaan keseimbangan dalam bentuk variabel tertentu, atau perwujudan dari nutriture dalam bentuk variabel tertentu, contoh gondok endemik merupakan keadaaan tidak seimbangnya pemasukan dan pengeluaran yodium dalam tubuh. Macam-macam penilaian status gizi penilaian status gizi secara langsung. Penilaian status gizi secara langsung dapat dibagi menjadi empat penilaian yaitu antropometri, klinis, biokimia dan biofisik.

1.    Antropometri

a.       Pengertian

Secara umum antropometri artinya ukuran tubuh manusia. Ditinjau dari sudut pandang gizi, maka antropometri gizi berhubungan dengan berbagai macam pengukuran dimensi tubuh dan komposisi tubuh dari berbagai tingkat umur dan tingkat gizi.[5]

b.      Penggunaan

Antropometri secara umum digunakan untuk melihat ketidakseimbangan asupan protein dan energi. Ketidakseimbangan ini terlihat pada pola pertumbuhan fisik dan proporsi jaringan tubuh seperti lemak, otot dan jumlah air dalam tubuh.

c.       Indeks Massa Tubuh (IMT) atau Body Mass Index (BMI)

Salah satu contoh penilaian ststus gizi dengan antropometri adalah Indeks Massa Tubuh. Indeks Massa Tubuh (IMT) atau Body Mass Index (BMI) merupakan alat atau cara yang sederhana untuk memantau status gizi orang dewasa, khususnya yang berkaitan dengan kekurangan dan kelebihan berat badan. Berat badan kurang dapat meningkatkan resiko terhadap penyakit infeksi, sedangkan berat badan lebih akan meningkatkan resiko terhadap penyakit degeneratif. Oleh karena itu, mempertahankan berat badan normal memungkinkan seseorang dapat mencapai usia harapan hidup yang lebih panjang.

 

2.    Klinis

a.       Pengertian

Pemeriksaan klinis adalah metode yang sangat penting untuk menilai status gizi masyarakat. Metode ini didasarkan atas perubahan-perubahan yang terjadi yang dihubungkan dengan ketidakcukupan zat gizi. Hal ini dapat dilihat pada jaringan epitel (supervicial epithelial tissues) seperti kulit, mata, rambut dan mukosa oral atau pada organ-organ yang dekat dengan permukaan tubuh seperti kelenjar tiroid.

b.      Penggunaan

Penggunaan metode ini umumnya untuk survei klinis secara cepat (rapid clinical surveys). Survei ini dirancang untuk mendeteksi secara cepat tanda-tanda klinis umum dari kekurangan salah satu atau lebih zat gizi. Di samping itu digunakan untuk mengetahui tingkat status gizi seseorang dengan melakukan pemeriksaan fifik yaitu tanda (sign) dan gejala (Symptom) atau riwayat penyakit.

3.    Biokimia

a.       Pengertian

Penilaian status gizi dengan biokimia adalah pemeriksaan spesimen yang diuji secara laboratoris yang dilakukan pada berbagai macam jaringan tubuh. Jaringan tubuh yang digunakan antara lain : darah, urine, tinja dan juga beberapa jaringan tubuh seperti hati dan otot.

b.      Penggunaan

Metode ini digunakan untuk suata peringatan bahwa kemungkinan akan terjadi keadaan malnutrisi yang lebih parah lagi. Banyak gejala klinis yang kurang spesifik, maka penentuan kimia faali dapat lebih banyak menolong untuk menentukan kekurangan gizi yang spesifik.

 

 

 

4.    Biofisik

a.       Pengertian

Penentuan status gizi secara biofisik adalah metode penentuan status gizi dengan melihat kemampuan fungsi (khususnya jaringan) dan melihat perubahan struktur dari jaringan.

b.      Penggunaan

Umumnya dapat digunaakan dalam situasi tertentu seperti kejadian buta senja epidemik (epidemic of night blindnes). Cara yang digunakan adalah tes adaptasi gelap.

D.      Penyusunan Menu Makan Anak Usia Dini

Susunan hidangan makanan sehat di Indonesia adalah empat sehat lima sempurna. Makanan yang dikatakan empat sehat lima sempurna adalah makanan yang mengandung karbohidrat, protein, vitamin. Paling tidak, dalam sehari kita perlu memperhatikan makanan yang mengandung makanan empat sehat lima sempurna, seperti nasi, sayuran, daging/ikan, buah-buahan, dan bisa ditambahkan dengan susu. Diusahakan pengolahan sayur jangan terlalu lama supaya tidak menghilangkan kadar vitaminnya.

1.      Syarat Penyusunan Menu AUD

a.       Memenuhi kecukupan energi dan semua zat gizi yang sesuai dengan kebutuhan anak (umur, aktifitas fisik, jenis kelamin).

b.      Susunan hidangan disesuaikan dengan pola menu, bahan makanan yang tersedia dan selera makan anak terhadap makanan.

c.       Bentuk dan porsi makan disesuaikan dengan daya terima anak (toleransi dan kemampuan faal anak).[6]

d.      Memperhatikan kebersihan pribadi dan lingkungan.

2.      Hal Yang Harus Diperhatikan Dalam Penyusunan Menu

a.       Memperhatikan kombinasi rasa, warna, potongan, dan kering/basah.

b.      Memperhaikan variasi teknik pengolahan.

3.      Syarat Makanan Anak

a.       Mengandung semua jenis zat gizi yang dibutuhkan anak,

b.      Higienis dan tidak membahayakan anak,

c.       Mudah dan praktis (tidak ada duri/tulang),

d.      Porsi makan tidak terlalu besar,

e.       Makan cukup basah karena berkuah,

f.        Potongan makanan atau ukuran makan cukup kecil sehingga mudah masuk mulut dan dikunyah,

g.      Tidak pedas atau berbumbu tajam/asam,

h.      Bersih, rapi, dan menarik dari segi warna dan bentuk,

i.        Cukup bervariasi bahan dan jenis hidangan,

j.        Gunakan alat makan yang sesuai ukuran anak dan tidak berbahaya (mudah pecah atau tajam, mengandung bahan beracun melamin), mudah dibersihkan dan disimpan dengan baik.

4.      Jenis Menu Dalam Sehari

a.       Menu makan pagi

b.      Selingan pagi

c.       Menu makan siang

d.      Menu makan malam

e.       Selingan sore

5.      Selingan

Selingan berfungsi untuk menambah zat gizi yang kurang diperoleh pada saat makan utama. Jumlah kalori dalam selingan adalah 150-200 kkal. Selingan tidak bisa menggantikan waktu makan pagi atau siang/malam karena jumlah kalori yang rendah, biasanya diberikan pagi (selingan pagi) pukul 09.00-10.00 dan sore (selingan sore) pukul 16.00-17.00.

 


BAB III

PENUTUP

A.      Kesimpulan

Makanan bergizi merupakan makanan yang harus dikonsumsi oleh anak usia dini. Semua dilakukan karena salah satu faktor yang mempengaruhi pertumbuhan dan kecerdasan anak tidak hanya dari pendidikan saja, tapi juga dari faktor makanan bergizi. Makanan bergizi tidak dapat diberikan secara sembarangan makanan. Penentuan makanan bergizi juga terdapat beberapa bahan makanan. Selian itu gizi juga harus dipertimbangkan agar anak tidak terdampak penyakit atau obesitas. Tidak hanya dalam penakaran gizi tapi dalam segi penyusunan menu makan juga harus dilakukan agar dapat diberikan dengan seimbang kepada anak.

B.       Saran

Sebaiknya pembelajaran tentang gizi anak diberikan oleh seorang guru. Sejak usia dini anak sudah dikenalkan dengan mengenal makanan bergizi hal itu menjadikan kemudahan bagi anak kedepannya dalam menentukan makanan bergizi. Selain itu selaku orang tua juga harus memperhatikan makanan yang dikonsumsi seorang anak. Semua itu lakukan agar tumbuh kembang dan kecerdasan anak juga meningkat.


DAFTAR PUSTAKA

Almatsier, S.  2001. Prinsip Dasar Ilmu Gizi. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.

 

Anonim. 2012. Penyusunan Menu Makanan Anak Usia Dini. Yogyakarta: Universitas Negri Yogyakarta.

 

Francin, P. 2005. Gizi Dalam Kesehatan Reproduksi. Jakarta: EGC.

 

Moehji, S. 1982. Ilmu Gizi. Jilid I. Jakarta: Bhatara Karya Pustaka.

 

Supariasa, I. 2002. Penilaian Status Gizi. Jakarta: EGC.

 

https://www.al-maghribicendekia.com/2014/07/menu-makanan-sehat-anak-paud.html?m=1



[1] S. Almatsier, Prinsip Dasar Ilmu Gizi, (Jakarta: Gramedia Pustaka Utama, 2001), hlm.14.

[2] Anonim, Penyusunan Menu Makanan Anak Usia Dini, (Yogyakarta: Universitas Negri Yogyakarta, 2012), hlm.14

[3] P Francin, Gizi Dalam Kesehatan Reproduksi, (Jakarta: EGC, 2005), hlm.34.

[5] I Supariasa, Penilaian Status Gizi, (Jakarta: EGC, 2002), hlm.13.

[6] S Moehji, Ilmu Gizi. Jilid I, (Jakarta: Bhatara Karya Pustaka, 1982), hlm.56.