BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Pendidikan merupakan suatu
upaya yang dilakukan untuk meningkatkan taraf hidup seorang indovidu. Hal itu dilakukan
melalui berbagai cara baik itu secara formal maupun non formal. Pendidikan sendiri
khususnya formal memiliki jenjangan yang diatur secara baik. Sehingga untuk
penempatan tingkatan secara sembarangan.
Di Indonesia sendiri
memiliki beberapa jenjang pendidikan tingkat sekolah diantaranya Paud, SD, SMP,
dan SMA. Salah satunya pada Paud yang memiliki murid yang masih sangat muda. Hal
itu menjadikan seorang tenaga pengajar harus lebih kreatif dalam memberikan
pengajaran kepada sang murid.
B. Rumusan Masalah
- Apa pengertian menjiplak?
- Apa manfaat menjiplak?
- Bagaimana cara menjiplak?
C. Tujuan
- Mengetahui pengertian
menjiplak.
- Mengetahui manfaat menjiplak.
- Mengetahui cara
menjiplak.
BAB II
PEMBAHASAN
Menurut
Kamus Besar Bahasa Indonesia, menjiplak adalah menggambar atau menulis
garis-garis gambaran atau tulisan yang telah tersedia (dengan menempelkan
kertas kosong pada gambar atau tulisan yang akan ditiru.[1] Pengertian menjiplak
menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia dapat diartikan sebagai menggambar kembali
mengikuti pola gambaran yang telah ada sebelumnya. Sehingga setelah mengikuti
pola gambar yang telah ada sebelumnya akan membentuk gambar sesuai yang telah
dijiplak.
Menjiplak
menjadi salah satu cara untuk melatih kemampuan seni dari anak usia dini. Selain
itu dengan menjiplak juga bisa mengetahui kemampuan sianak terkait dengan
bakatnya dalam menggambar. Mengingat menjiplak juga bukan perkara yang mudah
untuk dilakukan, bahkan orang telah dewasa pun belum tentu mampu menjiplak. Sehingga
jelas jika seorang anak usia dini mampu membuat sebuah gambar jiplakan dengan
baik, maka anak tersebut dapat digolongkan sebagai anak yang memiliki bakat
menggambar.
Hingga
kini peneranpan menjiplak sebagai salah satu cara meningkatkan kemampuan anak
usia dini terus dilakukan. Hal itu dilakukan, karena dengan menjiplak memiliki
pengaruh yang besar terhadap kemampuan anak tidak hanya dalam hal menggambar.
Secara
umum menjiblak memang diartikan sebagai meniru atau menggambar ulang pola yang
sudah ada. Menjiplak atau
Plagiarisme sering jug disebut plagiat adalah pengambilan
karangan, pendapat, dan sebagainya dari orang lain dan menjadikannya seolah
karangan dan pendapat sendiri. Plagiat dapat dianggap sebagai tindak pidana
karena mencuri hak cipta orang lain. Di dunia pendidikan, pelaku plagiarisme
dapat mendapat hukuman berat seperti dikeluarkan dari sekolah/universitas. Pelaku
plagiat disebut sebagai plagiator.
Singkat kata, plagiat
adalah pencurian karangan milik orang lain.[2] dapat juga diartikan sebagai pengambilan
karangan (pendapat dan sebagainya) orang lain yang kemudian dijadikan
seolah-olah miliknya sendiri. Setiap karangan yang asli dianggap
sebagai hak milik si pengarang dan tidak boleh
dicetak ulang tanpa izin yang mempunyai hak
atau penerbit karangan tersebut. Sesudah
2 × 24 jam berita surat kabar tersiar, maka
seseorang dapat mengambil alih dengan syarat harus menyebutkan
sumbernya. Plagiarisme juga tidak mengacu ke pada hasil karya tulisan saja
melainkan juga hasil karya musik, desain, dll.
Berdasarkan kedua
pengertian mengenai menjiplak menuntut seseorang untuk berhati-hati. Mengingat,
menjiplak tidak untuk dilakukan pada sesuatu yang di luar dunia pendidikan. Menjiplak
hanya baik dilakukan oleh anak sekolah dan anak usia dini untuk belajar
menggambar dan melatih kemampuan seni seorang anak. Jika menjiplak dilakukan untuk
hal yang di luar belajar menggambar, terutama menjiplak karya orang lain, maka
akan dapat akan dapat dikenakan sebagai Tindakan pidana mencuri karya orang
lain. Oleh karena itu, menjiplak tidak dapat dilakukan terhadap sesuatu yang
sembarangan seperti menjiplak karya orang laing. Sebab itulah, meski menjiplak
sesuatu yang sederhana, namun tidak dapat dilakukan pada karya orang lain
terutama yang sudah memiliki hak paten dari pemiliknya.
B.
Manfaat Menjiplak Bagi Anak
1.
Mengembangkan koordinasi mata dan tangan
Saat menjiplak, otak anak akan berkonsentrasi pada gambar
yang ada dan sekaligus memerintahkan tangan untuk melakukan gerakan meniru
dengan tepat. Selain itu, mereka juga mengembangkan kemampuan memegangnya
dengan baik saat harus memegang pensilnya.[3]
2.
Mengembangkan otak kiri
Saat menggambar bebas (baca: corat-coret), anak akan
mengembangkan kemampuan otak kanannya, sementara saat harus menjiplak, mereka
akan lebih melatih otak kiri. Karena kegiatan ini melibatkan kemampuan otak
untuk mereproduksi gambar dalam kertas. Hal in melibatkan pemikiran atas
ketepatan jarak sekaligus bentuk. Bagi anaknya punya
kecenderungan otak kanan, menjiplak bisa jadi salah satu cara untuk
menyeimbangkannya dengan otak kiri tanpa harus membuat mereka tersiksa karena
aktivitas ini beneran seru.
3.
Membiasakan akan dengan kertas dan pensil
Bagi Sebagian anak, aktivitas menggunakan kertas dan pensil
sama sekali tidak menarik. Pasalnya anak-anak lebih suka berlarian ke sana kemari
dari pada duduk tenang kertas dan pensil. Oleh karena itu, menjiplak dapat dijadikan
salah satu alternatif untuk melatih anak agar dapat dengan duduk dengan tenang
bersama pensil dan kertas.
C.
Cara Menjiplak
1.
Siapkan kertas-kertasnya
Kertas jiplak adalah kertas yang sangat tipis, hampir setipis
kertas tisu. Karena itu, kertas ini tembus pandang. Letakkan gambar yang ingin
Anda jiplak di atas meja, dan pasang isolasi di tiap sudutnya agar tertahan di
posisi. Kemudian letakkan kertas jiplak Anda di atas gambar tersebut. Anda juga
bisa menahannya dengan isolasi, atau membiarkannya begitu saja agar Anda bisa
menggerakkannya selagi menjiplak.[4]
2.
Jiplak garis gambarnya
Dengan pensil, jiplak garis pada bentuk gambar Anda. Jangan
khawatir menambahkan warna atau arsiran lain. Cukup fokus pada menggambar garis
pada gambarnya. Pastikan Anda memasukkan semua detail yang ada di gambarnya.
3.
Lapisi bagian belakang kertas jiplak menggunakan grafit
Setelah selesai menjiplak gambar, lepaskan isolasinya dan
balik kertas jiplaknya. Gunakan pensil grafit yang halus (seperti pensil 6B
atau 8B), warnai seluruh area garis yang sudah Anda gambar di bagian balik
kertas. Pastikan Anda memberi lapisan pensil yang cukup tebal agar cukup untuk
menyelesaikan langkah berikutnya.
4.
Pasang lagi kertasnya di atas meja
Tempelkan kertas tempat Anda ingin menggambar hasil jiplakan
ke atas meja. Lalu, balik kertas jiplak Anda sehingga bagian yang Anda warnai
dengan pensil tadi ada di bagian bawah, kemudian letakkan di atas kertas yang
baru Anda pasang. Hati-hati jangan menggosong kertasnya terlalu banyak karena
itu akan membuat pensilnya menempel di atas kertas kosong di bawahnya.
5.
Jiplak garis gambarnya sekali lagi
Siapkan sebuah pensil atau pena, lalu jiplak kembali garis
gambarnya dengan tekanan sedang ke kuat. Ketika melakukan ini, grafit yang Anda
pasang di balik kertas jiplak akan terjiplak ke kertas gambar kosong di
bawahnya. Ikuti terus garis gambarnya selesai.
6.
Selesaikan gambar
Setelah mengikuti garis gambarnya untuk kedua kali, Anda bisa
mengangkat kertas jiplaknya dan melihat hasil akhir gamar jiplakan Anda di
kertas gambar di bawahnya. Di tahap ini, lengkapi garis yang mungkin terlewat,
dan tambahkan warna atau detail lain sesuai keinginan.
BAB III
PENUTUP
A.
Kesimpulan
Menjiplak merupakan suatu kegiatan yang dilakukan
dengan cara mengikuti gambar yang telah ada. Kemudian baru melakukan penggambaran
ulang dari hasil garis sebelumnya. Menjiplak memiliki pengaruh besar terhadap
anak usia dini. Mengingat melalui menjiplak dapat melatih kemampuan otak kiri
dari seorang anak. Selain itu dengan menjiplak mampu memberikan pengaruh lain
dimana murid yang awalnya tidak pandai diam dan konsentrasi, maka dengan
menjiplak akan memberikan pengaruh tersebut.
B.
Saran
Sebaiknya seorang guru harus memberikan
pelajaran menjiplak terhadap muridnya. Mengingat dengan menjiplak akan memberikan
banyak pengaruh positif terhadap murid. Selain itu juga akan mengajarkan murid
anak usia dini agar lebih terbiasa berkonsentrasi.
DAFTAR PUSTAKA
https://id.wikihow.com/Menjiplak
https://www.smartmomhappymom.com/2020/07/manfaat-menjiplak-untuk-anak.html
Kamus Besar Bahasa Indonesia
Shadily, Hassan. 1980. Ensiklopedia Indonesia. Jakarta:
Ichtiar Baru van Hoeve.
[1] Kamus Besar Bahasa
Indonesia
[2] Hassan Shadily, Ensiklopedia
Indonesia, (Jakarta: Ichtiar Baru van Hoeve, 1980), hlm. 2721.

0 Komentar