BAB I
PENDAHULUAN
A.
Latar
Belakang
Made
self dan pendidikan keduanya merupakan dua pembahasan yang memiliki peran
penting dalam dunia pendidikan. Melalui made self karakter dan ciri khas
seorang pendidikan akan muncul dan memiliki pengaruh terhadap proses
pembelajaran. Hal itu menimbulkan citra tersendiri bagi setiap tenaga pengajar,
sehingga setiap murid akan dapat menilai mudah atau tidaknya setiap
pembelajaran yang disampaikan diterima olehnya.
Made self tidak hanya ada setiap
tenaga pendidik hal itu dapat diketahui bahwa pendidikan tidak hanya ada di
lingkungan sekolah. Selain di sekolah made self juga terdapat pada keluarga
karena dalam keluargalah menjadi tempat pendidikan pertama bagi setiap anak.
Selain itu adalaah masyarakat juga merupakan menjadi lingkungan pendidikan
nomor dua bagi setiap individu yang terlahir di dunia ini. Oleh karena itu
untuk mengetahui semua itu akan dibahas lebih mendalam dan detail dalam makalah
ini.
B. Rumusan Masalah
1.
Apa pengertian made self dan pendidikan?
2.
Bagamana
peran made self dan pendidikan dalam keluarga, masyarakat, dan sekolah?
C.
Tujuan
1.
Mengetahui pengertian made self dan pendidikan.
2.
Mengetahui peran made self dan pendidikan dalam keluarga,
masyarakat, dan sekolah.
BAB II
PEMBAHASAN
A.
Definisi Made Self dan Pendidikan
1. Definisi Made Self
Setiap individu itu unik, khas, tidak ada duanya,
mencakup struktur biologis atau jasmaninya dan struktur psikis atau
kejiwaannya. Karena itu, kepribadian adalah keseluruhan dari individu yang
terorganisir, dan terdiri atas disposisi-disposisi psikis serta fisik yang
memberikan kemungkinan-kemungkinan untuk perbedaan ciri-cirinya dengan pribadi
lainnya.[1]
Pada dasarnya setiap individu memiliki ciri khas tersendiri baik itu dari
pemikiran hingga fisiknya.
Kehidupan sehari-hari dari setiap manusia memiliki
perubahan tersendiri sehingga menjadikan manusia memiliki pemikiran dan gaya
hidup tersendiri. Bagitu juga dalam melakukan berbagai hal salah satunya dalam
proses penyampaian Pendidikan. Setiap individu memiliki gaya berfikir sendiri
untuk memberikan atau menyalurkan ilmu yang dimilikinya kepada orang lain.
2. Definisi Pendidikan
Pengertian pendidikan yaitu sebuah proses
pembelajaran bagi setiap individu untuk mencapai pengetahuan dan pemahaman yang
lebih tinggi mengenai obyek tertentu dan spesifik. Pengetahuan yang diperoleh
secara formal tersebut berakibat pada setiap individu yaitu memiliki pola
pikir, perilaku dan akhlak yang sesuai dengan pendidikan yang diperolehnya.
Pendidikan adalah
pembelajaran pengetahuan, keterampilan,
dan kebiasaan sekelompok orang yang diturunkan dari satu generasi ke generasi
berikutnya melalui pengajaran, pelatihan, atau penelitian.
Pendidikan sering terjadi di bawah bimbingan orang lain, tetapi juga
memungkinkan secara otodidak.[2] kata pendidikan itu
sendiri berasal dari bahasa Latin yaitu ducare, berarti “menuntun,
mengarahkan, atau memimpin” dan awalan e, berarti “keluar”. Jadi,
pendidikan berarti kegiatan “menuntun ke luar”. Setiap pengalaman yang memiliki
efek formatif pada cara orang berpikir, merasa, atau tindakan dapat dianggap
pendidikan. Pendidikan umumnya dibagi menjadi tahap seperti prasekolah, sekolah
dasar, sekolah menengah pertama, sekolah menengah atas, dan kemudian perguruan
tinggi, universitas atau magang.
Sebuah
hak atas pendidikan telah diakui oleh beberapa pemerintah. Pada tingkat global,
Pasal 13 Kovenan Internasional tentang Hak Ekonomi, Sosial dan Budaya mengakui
hak setiap orang atas pendidikan. Meskipun pendidikan adalah wajib di
sebagian besar tempat sampai usia tertentu, bentuk pendidikan dengan hadir di
sekolah sering tidak dilakukan, dan sebagian kecil orang tua memilih untuk
pendidikan home-schooling, e-learning atau yang serupa untuk anak-anak mereka.
B.
Made Self dan Pendidikan dalam
Keluarga, Masyarakat dan Sekolah
1. Keluarga
Orang tua sebagai lingkungan peratama dan utama dimana
anak berinteraksi sebagai Lembaga pendidikan yang tertua, artinya disinilah
dimulai suatu proses pendidikan. Hal itu menjadikan orang tua berperan sebagai
pendidikan bagi anak-anaknya. Lingkungan keluarga juga dikatakan lingkungan
yang paling utama karena sebagian besar kehidupan anak di dalam keluarga,
sehingga pendidikan yang paling banyak anak adalah dalam keluarga. Menurut
Hasbullah, mengatakan bahwa keluarga sebagai Lembaga pendidikan memiliki
beberapa fungsi yaitu fungsi dalam perkembangan kepribadian anak dan mendidikan
anak di rumah, fungsi keluarga atau orang tua dalam mendukung pendidikan di
sekolah.[3]
a. Sebagai pengalaman pertama masa kanak-kanak
b. Menjamin kehidupan emosional anak
c. Menanamkan dara pendidikan moral anak
d. Memeberikan dasar pendidikan sosial
e. Meletakan dasar-dasar pendidikan agama
f. Bertanggung jawab dalam motivasi dan mendorong
keberhasilan anak
g. Memberikan kesempatan belajar dengan mengenalkan
sebagai ilmu pengetahuan dan keterampilan yang berguna bagi kehidupan kelak
sehingga dia mampu menjadikan manusia manusia dewasa yang mandiri
h. Menjaga kesehatan anak sehingga dia dapat dengan
nyaman menjalankan proses belajar yang utuh.
Semua konflik dan tekanan yang dapat
dihindarkan atau dipecahkan bila individu dibesarkan dalam keluarga dimana
terdapat keamanan, cinta, respek, toleransi, dan kehangatan. Dengan demikian
penyesuaian diri akan menjadi lebih baik
bila dalam keluarga individu merasakanbahwa kehidupannya berarti. Rasa dekat
dengan keluarga adalah salah satu kebutuhan pokok bagi perkembangan jiwa
seorang individu. Dalam prakteknya banyak orang tua yang mengetahui hal ini
namun mengabaikannya dengan alasan mengejar karir dan mencari penghasilan yang besar demi
memenuhi kebutuhan ekonomi keluarga dan menjamin masa depan anak-anak. Melalui
made self yang ada dalam keluarga menjadi media tersendiri untuk memudahkan
proses pembelajaran terhadap anak. Hal itu menjadikan suatu faktor yang sangat
penting dalam proses memberikan pembelajaran untuk anak.
2. Masyarakat
Manusia
adalah makhluk sosial yaitu makhluk yang memiliki dorongan untuk hidup
berkelompok secara bersama-sama. Oleh karena itu, dimensi sosial menyatu kepada
kepentingan sebagai makhluk sosial, yang didasari pada pemahaman bahwa manusia
hidup bermasyarakat. Pendidikan dalam konteks ini adalah usaha untuk
membimbing dan mengembangkan potensi peserta didik secara optimal agar mereka
dapat berperan sesuai dengan tuntutan dan kebutuhan masyarakat dan lingkungan.
Dalam hal pengaruh sekolah terhadap masyarakat pada dasarnya tergantung
pada luas tidaknya produk serta kualitas pendidikan itu sendiri. Semakin besar
output sekolah tersebut dengan disertai kualitas yang mantap dalam artian mampu
mencetak sumber daya manusia yang berkualitas maka tentu saja pengaruhnya
sangat positif bagi masyarakat, sebaliknya meskipun lembaga pendidikan mampu
mengeluarkan outputnya tapi dengan SDM yang rendah secara kualitas, itu juga
jadi masalah tidak saja bagi output yang bersangkutan tapi berpengaruh juga
bagi masyarakat.[4]
Pendidikan
dan masyarakat saling keterkaitan, untuk mengembangkan pendidikan
diperlukan partisipasi dari masyarakat, untuk selalu peduli akan
berpengaruh pendidikan terhadap kehidupan masyarakat. Masyarakat dalam konteks
ini berperan sebagai subjek atau pelaku pendidikan, tanpa adanya kesadaran
masyarakat akan pendidikan, maka negara tidak akan berkembang, kita akan
tergantung pada orang atau negara lain yang jauh lebih berkembang dari kita,
maka dari itu peranan masyarakat terhadap pendidikan sangat berpengaruh
untuk perkembangan wilayah atau negaranya sendiri, melalui pendidikan
masyarakat dapat memperoleh ilmu yang dapat ia manfaatkan di dalam kehidupan
untuk kesejahteraan bersama.
Pembinaan
dan Tanggungjawab Pendidikan oleh Masyarakat. Bila dilihat dari konsep pendidikan,
masyarakat adalah sekumpulan banyak orang yang dengan berbagai ragam
kualitas diri mulai dari yang tidak berpendidikan sampai kepada yang
berpendidikan tinggi. Baiknya kualitas suatu masyarakat ditentukan oleh
kualitas pendidikan para anggotanya, makin baik pendidikan anggotanya, makin
baik pula kualitas masyarakat secara keseluruhan. Masyarakat merupakan lembaga
pendidikan yang ketiga setelah pendidikan dilingkungan keluarga dan lingkungan
sekolah. Tanggung jawab masyarakat terhadap pendidikan sebenarnya masih belum
jelas, tidak jelas tanggung jawab pendidikan di lingkungan keluarga dan
sekolah. Hal ini disebabkan faktor waktu, hubungan, sifat dan isi pergaulan
yang terjadi di masyarakat. Meski demikian masyarakat mempunyai peran yang
besar dalam pelaksanaan pendidikan nasional. Peran masyarakat antara lain
menciptakan suasana yang dapat menunjang pelaksanaan pendidikan. Nasional, ikut
melaksanakan pendidikan non pemerintah (sosial).
Walaupun
tanggung jawab masyarakat terhadap pendidikan belum jelas, akan tetapi
masyarakat harus berperan aktif dalam pendidikan, karena masyarakat merupakan
lembaga pendidikan yang ketiga setelah lingkungan keluarga dan sekolah. Olehnya
itu untuk memperoleh kualitas yang baik terhadap pendidikan, maka kualitas
masyarakat pun harus baik, agar saling menunjang antara satu dan lainnya, jika
kualitas pendidikannya baik maka akan menghasilkan keluarga keluaran atau hasil
didik yang baik pula secara keseluruhan.
3. Sekolah
Tidak
semua tugas mendidik dapat dilaksanakan oleh orang tua dalam keluarga, terutama
dalam hal ilmu pengetahuan dan berbagai macam keterampilan, karena jika dilihat
dari sejarah perkembangan profesi guru, tugas guru mengajar sebenarnya adalah
pelimpahan dari tugas orang tua karena tidak mampu lagi memberikan pengetahuan,
keterampilan, dan sikap-sikap tertentu sesuai dengan perkembangan zaman. Sekolah
mempunyai tugas yang tidak hanya terbatas pada masalah pengetahuan dan
informasi saja akan tetapi juga mencakup tanggung jawab pendidik secara luas.
Demikian pula dengan guru, tugasnya tidak hanya mengajar tetapi juga berperan
sebagai pendidik yang menjadi pembentuk masa depan. dia adalah langkah pertama
dalam pembentuk kehidupan yang menuntut individu untuk menyesuaikan dirinya
dengan lingkungan. Berikut
beberapa apa fungsi sekolah diantaranya
1. Sekolah membantu orang tua
mengerjakan kebiasaan-kebiasaan yang baik serta menanamkan budi pekerti yang
baik.
2. Sekolah
memberikan pendidikan untuk kehidupan di dalam masyarakat yang suka atau tidak
dapat diberikan di rumah.
3. Sekolah
melatih anak-anak memperoleh kecakapan-kecakapan seperti membaca, menulis,
berhitung, menggambarkan serta ilmu-ilmu lain yang sifatnya mengembangkan
kecerdasan dan pengetahuan.
4. Di
sekolah diberikan pelajaran etik, estetika, membedakan moral.
5. Memelihara warisan budaya
yang hidup dalam masyarakat dengan jalan menyampaikan warisan kebudayaan kepada
generasi muda dalam hal ini tentunya anak didik.
BAB III
PENUTUP
A.
Kesimpulan
Made self dan pendidikan keduanya
memiliki peran penting dalam kelancaran proses pembelajaran. Dapat dilihat dari penerannya yang mana keduanya
menentukan proses pembelajaran yang dilaksanakan oleh seorang pengajar. Selain
itu juga dapat dilakukan oleh apa yang ada di sekitar seperti keluarga yang
mana pemeran kedua orang tua menjadi tenaga pendidik dan anak menjadi murid.
Sedangkang masyarakat menjadi lingkungan memberikan pemberikan pembelajaran
social.
B.
Saran
Sebaiknya setiap orang melaksanakan pendidikan sebaik
mungkin. Hal itu dilakukan agar dapat menjadikan setiap ilmu yang didapat baik
dalam keluarga, masyarakat, dan sekolah dapat diterima dengan mudah.
DAFTAR RUJUKAN
Muhaimin.
1993. Pemikiran Pendidikan Islam: Kajian Filosofis dan Kerangka Dasar Operasionalnya.
Bandung: Trigenda Karya.
https://id.scribd.com/doc/75640159/Made-Self
https://id.wikipedia.org/wiki/Pendidikan
https://www.kompasiana.com/careberos_21/5500a0da813311491bfa7b41/peranan-masyarakat-dalam-pendidikan
[3]Muhaimin, Pemikiran
Pendidikan Islam: Kajian Filosofis dan Kerangka Dasar Operasionalnya, (Bandung:
Trigenda Karya, 1993), hlm.127.

0 Komentar