BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Penelitian merupakan salah
satu kegiatan yang pasti akan dilaksanakan untuk menyelesaikan atau mencari
tahu suatu permasalahan. Hal itu dilakukan agar dapat memberikan solusi dan
memberikan pemahaman kepada setiap orang terkait masalah atau suatu fenomena yang
terjadi. Mengingat penelitian dilakukan biasanya dilakukan terhadap sesuatu
yang bersifat publik.
Penelitian terbagi menjadi tiga
macam yaitu penelitian kualitatif, kuantitatif, dan library reascet. Ketiga merupakan
metide yang biasa digunakan oleh penelitian dalam melaksakan suatu penelitian. Ketiganya
tentunya memiliki kekurangan dan kelebihan masing-masing. Oleh karena itu akan
dibahas mengenai penelitian kuantitatif. Hal itu dilakukan agar dapat
memberikan pengetahuan secara mendalam mengenai penelitian kualitatif.
B. Rumusan Masalah
- Apa pengertian penelitian kuantitatif?
- Apa perbedaan
penelitian kuantitatif dan kualitatif?
- Bagaimana tahap
penelitian kuantitatif?
C. Tujuan
- Mengetahui pengertian penelitian kuantitatif.
- Mengetahui perbedaan penelitian kuantitatif dan
kualitatif.
- Mengetahui
tahap penelitian kuantitatif.
BAB II
PEMBAHASAN
A. Pengertian Penelitian Kuantitatif
Penelitian kuantitatif adalah penelitian
ilmiah yang sistematis terhadap bagian-bagian dan fenomena serta
hubungan-hubungannya. Penelitian kuantitatif adalah peneltian datanya berupa
angka yang digunakan sebagai alat untuk menemukan sebuah keterangan.[1] Hal tersebut ditujukan mengembangkan dan menggunakan model-model
matematis, teori-teori dan hipotesis yang berkaitan dengan femomena alam.
Berdasarkan pengertiannya kuantitatif dapat diketahui bahwa merupakan
penelitian yang menggunakan angka-angka untuk menentukan hasil analisis di
lapangan.
Penelitian kuantitatif dapat diartikan secara
sederhana sebagai penelitian yang mengunakan angka-angka yang didapat di lapangan
sebagai hasil dari penelitian. Angka-angka tersebut kemudian akan dimasukan
dalam rumus yang telah ditentukan. Hal itu juga bertujuan untuk mendapatkan kepastian
atau hasil yang mutlak dari sebuah penelitian yang kemudian akan dideskripsikan.
B.
Perbedaan
Penelitian Kuantitatif dan Kualitatif
Pendekatan
kualitatif adalah penelitian yang berlandaskan pada falsafah yang digunkan
untuk meneliti, pada kondisi objek alamiah dimana peneliti sebagai instrumen
kunci, pengambilan sampel sumber data yang dilakukan dengan teknik analisis data
dan keabsahan data dan hasil penelitian lebih menekankan makna dari pada
generalisasi.[2] Menurut Lexy J Moleong, penelitian kualititatif adalah
penelitian yang bermaksud untuk memahami fenomena tentang apa yang dialami oleh
subjek penelitian misalnya perilaku, persepsi, motivasi, tindakan, dan
lain-lain, secara holistik, deskripsi
dalam bentuk kata-kata dan bahasa, pada suatu konteks khusus yang alamiah dan
dengan memanfaatkan berbagai metode, dalam menelaah masalah penelitiannya.[3]
Berdasarkan penjelasan
di atas dapat diartikan bahwa penelitian kualitatif adalah penelitian yang
mengamati sebuah kejadian atau permasalahan di lapangan. Kemudian dilakukan
pengumpulan informasi tentang objek yang akan diteliti. Hingga akhirnya semua hasil
penelitian akan dideskripsikan melalui kata-kata atau dibahas agar lebih mudah
dipahami pembaca.
Setelah dibahas
mengenai penelitian kualitatif dan penelitian kuantitatif pada laman penjelasan
sebelumnya. Dapat diketahui perbedaan antara penelitian kualitatif dan
kuantitatif terletak pada data dan pendeskripsian data yang didapat. Penelitian
kualitatif memiliki data dalam bentuk wawancara, dokumentasi, dan hasil observasi
yang dirubah menjadi Bahasa yang menggambarkan hasil lapangan yang telah didapat.
Setelah hasil semua didapat baru peneliti melakukan pendeskripsian atau penjelasan
dari hasil penelitian lapangan. Sedangkan penelitian kuantitatif memiliki data
hasil lapangan lebih dalam bentuk angka-angka. Kemudian baru angka-angka
tersebut dimasukan dalam rumus dan dipaparkan secara dalam.
Intinya kedua penelitian
tersebut memiliki perbedaan yang cukup besar terutama dalam proses analisis
data. Penelitian kuantitatif menggunakan rumus untuk analisisnya. Sedangkan penelitian
kualitatif menggunakan teori dan Bahasa dalam analis dan deskripsinya.
C.
Tahap Penelitian Kuantitatif
1.
Identifikasi Masalah
Identifikasi
masalah adalah pengenalan-pengenalan masalah yang ada di dalam latar belakang. Masalah-masalah
dikemukakan di dalam identifikasi masalah harus sama dengan masalah yang ada di
dalam latar belakang masalah. Jika di dalam ada enam masalah yang dijelaskan. Di
identifikasi masalah juga harus ada enam masalah.[4]
Berdasarkan
pengertiannya identifikasi masalah dapat diartikan sebagai upaya untuk mengetahui
masalah yang telah dicantumkan dalam latar belakang. Masalah yang ada di latar
belakang harus disesuaikan dan dalam pembahasan. Keseuaian tersebut maskudnya
adalah jika permasalahan di latar belakang ada lima maka yang harus dijelaskan
dalam pembahasan juga lima.
Bagian
identifikasi masalah inilah yang harusnya membuat peniliti harus berfikir
ekstra. Mengingat pada bagian tersebut peneliti harus menjabarkan
masalah-masalah yang telah dibuat sebelumnya harus relevan dengan hasil
penelitian. Sehingga peneliti dituntut untuk aktif dan berupaya memahami lebih
mendalam hasil peneliatiannya.
2.
Kajian Pustaka
Kajian
pustaka adalah uraian tentang seluruh informasi terkait dengan topik-topik penelitian
yang akan diuji.[5] Kajian pustaka bertujuan untuk meninjau
kembali terhadap sebuah judul penelitian yang akan diteliti. Hal ini dilakukan
agar dapat diketahui keaslian judul dari penulis. Kajian pustaka juga bertujuan untuk melakukan
perbandingan dengan penelitian yang telah ada sebelumnya sehingga terhindar
dari unsur plagiat.
Kajian pustaka merupakan salah satu bagian terpenting
dalam suatu penelitiang. Mengingat kajian pustaka akan menjadi penentu agar suatu
penelitian dapat diakui atau tidak. Karena jika adanya unsur plagiat maka suatu
penelitian dianggap tidak layak diakui dan dianggap meniru karya orang lain.
3.
Mangajukan Pertanyaan
Penelitian (Rumusan Masalah)
Rumusan
masalah adalah perumusan masalah yang berhubungan dengan variable mandiri, yang
tidak ada perbandingan atau hubungan. Rumusan masalah bertujuan untuk mendeskripsikan
masalah apa yang ingin dicapai peneliti.[6] Secara sederhana rumusan masalah dapat
dikatakan sebagai suatu perumusan yang akan menjadi dasar kemana arah
pembahasan suatu penelitian dilakukan.
Melalui
adanya rumusan masalah maka akan memudahkan seorang peneliti. Hal itu
dikarenakan dengan adanya rumusan masalah peneliti akan mudah untuk menentukan
apa saja yang harus dicari pada saat di lapangan. Sehingga peneliti tidak akan
bingun akan apa yang harus dilakukan dalam mencari data yang dibutuhkan.
4.
Menyusun Hipotesis
Nazir mendefinisikan bahwa hipotesis tidak lain
dari jawaban sementara terhadap masalah penelitian, yang kebenarannya harus
diuji secara empiris. Hipotesis menyatakan hubungan apa yang dicari dan akan
dipelajari. Hipotesis adalah pernyataan yang diterima secara sementara sebagai
suatu kebenaran sebagaimana adanya, pada fenimena merupakan dasar kerja dan
panduan dalam verifikasi. Hipotesis adalah keterangan sementara dari hubungan
fenomena-fenomena yang kompleks.[7]
Setelah mengetahui pengertian hipotesis dapat
disimpulkan bahwa menyusun hipotesis adalah suatu proses perancangan susunan
jawaban sementara. Jawaban sementara tersebut harus dirumuskan sesuai dengan topik
pembahasan yang akan diteliti. Selain itu hipotesis juga masih dapat berubah
sesuai dengan hasil yang sebenarnya dalam penelitian.
BAB III
PENUTUP
A.
Kesimpulan
Penelitian kuantitatif
merupakan penelitian yang hasil penelitiannya berbasis angka. Malalui angka
yang akan dijadikan bahan dalam proses penyajian data setelah dilakukan
perhitungan menggunakan rumus yang telah ditentukan. Setelah itu data yang didapat
akan disimpulkan menggunakan Bahasa yang mudah dipahami oleh pembaca.
B.
Saran
Sebaiknya peneliti menggunakan
penelitian kuantitatif dalam proses penelitian. Hal itu dilakukan agar mampu
memberikan data yang akurat pada saat menyajikan hasil dari penelitian. Sehingga
penelitian yang diteliti dapat dipertanggungjawabkan sesuai fakta di lapangan.
DAFTAR PUSTAKA
Alfianika, Ninit. 2018. Metode
Penelitian Pengajaran Bahasa Indonesia. Yogyakarta: CV Budi Utama.
Ansori,
Muslich dan Sri Iswati. 2017. Metodelogi Penelitian Kuantitatif. Surabaya:
Airlangga University Press.
Aumul, Aziz, Hidayat. 2021. Metodelogi
Penelitian Keperawatan Untuk Pendidikan Vokasi. Surabaya: Health Books
Publishing.
J, Lexy Moelong. 2007. Metodelogi Penelitian Kuantitatif. Bandung:
PT. Remaja Rosdakarya.
Margono, S. 2010. Metode
Penelitian Pendidikan. Jakarta: PT Rineka Cipta.
Sadiah, Dewi. Metode Penelitian Dakwah,
Pendekatan Kualitatif dan Kuantitatif. Bandung: PT Remaja Rosdakarya.
Sani, Fathnur. 2018. Metode Logi Penelitian Farmasi Komunitas da Eksperimental. Yogyakarta:
CV BUDI UTAAMA
[1] S. Margono, Metode
Penelitian Pendidikan, (Jakarta: PT Rineka Cipta, 2010), hlm.105
[2]Dewi Sadiah, Metode
Penelitian Dakwah, Pendekatan Kualitatif dan Kuantitatif, (Bandung: PT
Remaja Rosdakarya), hlm.19.
[3]Lexy J Moelong, Metodelogi Penelitian Kuantitatif,
(Bandung: PT. Remaja Rosdakarya, 2007), hlm.6.
[4] Ninit Alfianika,
Metode Penelitian Pengajaran Bahasa Indonesia, (Yogyakarta: CV Budi Utama,
2018), Hlm.42.
[5] Fathnur Sani, Metode Logi Penelitian Farmasi Komunitas da
Eksperimental, (Yogyakarta: CV BUDI UTAAMA, 2018), cet.III, hlm.14.
[6]Aziz Aumul Hidayat, Metodelogi
Penelitian Keperawatan Untuk Pendidikan Vokasi, (Surabaya: Health Books
Publishing, 2021), Hlm.76.
[7] Muslich Ansori dan Sri
Iswati, Metodelogi Penelitian Kuantitatif, (Surabaya: Airlangga
University Press, 2017), Hlm.46.

0 Komentar